LombokPost-Berburu takjil jelang berbuka puasa telah menjadi kebiasaan bagi umat Muslim Indonesia, tak terkecuali Mataram.
Hal ini tentu menjadi potensi ekonomi bagus bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Seperti di Pasar Ramadan Pagutan Permai, Kota Mataram, ada puluhan UMKM difasilitasi berjualan.
Mulai dari usaha kuliner makanan dan minuman, pakaian, hingga mainan anak-anak.
Di antara berbagai jenis UMKM tersebut, paling banyak adalah kuliner.
Mulai dari kuliner khas nusantara, lokal Lombok, hingga makanan western.
Selain makanan, juga terdapat berbagai jenis kue tradisional maupun modern, hingga berbagai jenis minuman segar.
Ketua Panitia Pasar Ramadan Pagutan Permai Yudi Kurniawan mengatakan, pengunjung pasar ini tak pernah sepi sejak hari pertama puasa.
Bahkan terlihat terus bertambah ramai setiap harinya.
Pengunjungnya pun tidak hanya berasal dari Pagutan saja.
”Ada yang dari Gerung, Narmada, Dasan Geres, Labuapi, dan lainnya,” ujarnya.
Di Pasar Ramadan ini disediakan 84 lapak bagi pelaku UMKM.
Jenis jualannya pun beragam, mulai dari aneka takjil hingga makanan berat untuk berbuka puasa.
”Lokasi ini strategis karena sudah cukup dikenal banyak orang,” sambungnya.
Meski cuaca buruk masih terjadi saat ini, Yudi mengaku tidak membuat lapak penjual di Pasar Ramadan tersebut sepi.
Para pengunjung tetap semangat berburu takjil dan lainnya di sana.
”Memang agak terganggu tapi syukurnya pengunjung tetap ramai,” tandasnya.
Salah seorang pengunjung bernama Sofiani sangat antusias lantaran banyaknya pilihan yang disuguhkan.
Takjil yang tersedia di Pasar Ramadan itu memiliki banyak variasi sehingga tidak terlihat membosankan.
”Senang, pilihan takjilnya banyak dan harganya juga masih terjangkau,” ujarnya.
Menurut dia, hadirnya pasar Ramadan ini sangat membantunya.
”Semua ada kayaknya di sini,” ucapnya.
Banyaknya pilihan kuliner yang disuguhkan, juga membuat dirinya akan kembali lagi berburu takjil di Pasar Ramadan Pagutan Permai tersebut.
”Pengen coba yang lainnya juga, kayaknya besok bakal balik ke sini lagi,” pungkasnya. (fer/r9)
Editor : Kimda Farida