LombokPost-Serbat jahe merupakan salah satu minuman herbal yang belakangan cukup banyak diminati masyarakat.
Minuman kesehatan ini dinilai bisa memberikan banyak manfaat positif untuk tubuh.
Faktor inilah yang membuat serbat jahe juga menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan.
Hal itu juga dibarengi peningkatan kesadaran untuk hidup sehat.
Yuli, salah seorang warga Desa Sandik, Kecamatan Batu Layar, Lombok Barat menjalankan bisnis tersebut.
Dirinya menekuni usaha minuman kemasan serbat jahe merah.
Dijelaskan, jahe merah memiliki segudang manfaat.
Di antaranya, menjaga daya tahan tubuh, mencegah masalah pencernaan, mengurangi nyeri otot dan sendi, memperbaiki gairah seksual, mengatasi asam urat, dan lainnya.
Yuli menuturkan, memulai bisnis minuman serbat jahe merah ini dari sekadar coba-coba.
Dirinya memulai dengan memproduksi dalam jumlah sedikit. Saat itu sebanyak 10 botol per harinya.
Di awal penjualan, minuman buatannya itu mendapatkan respons yang cukup bagus.
Banyak pembeli yang tertarik dan berminat terhadap minuman serbat jahe merah kemasan tersebut.
”Ternyata banyak yang berminat dengan minuman herbal ini, akhirnya kami bisa memproduksi hingga 50 botol, bahkan lebih per harinya,” terangnya.
Minuman herbal buatannya ini biasa dipasarkan di kantor-kantor pemerintahan maupun swasta. Bahkan kini, Yuli memiliki jaringan reseller.
”Reseller kami sudah ada di Kecamatan Narmada hingga Gunungsari,” sambungnya.
Lebih lanjut dikatakannya, minuman serbat memiliki citarasa yang unik, namun nikmat.
Tak heran jika banyak orang berminat dengan minuman ini.
Bahkan, peminatnya tidak hanya dari warga lokal saja. Permintaan juga berdatangan dari luar NTB.
”Kemarin sempat mendapat order dari Semarang dan Makassar. Tapi belum bisa dipenuhi, karena permintaan dari Lombok saja sudah banyak sekali,” jelasnya.
Dalam memproduksi serbat, dirinya membutuhkan sejumlah bahan baku.
Diantaranya, jahe merah, gula aren, kayu manis, cengkeh, dan garam.
Pertama, jahe merah dibersihkan terlebih dahulu, kemudian di geprek.
Selanjutnya, semua bahan yang telah disiapkan dimasukan satu persatu ke dalam air yang telah mendidih.
Setelah itu, diaduk hingga gula arennya mencair.
Olahan minuman herbal itu selanjutnya didiamkan beberapa menit hingga minuman dingin, dan siap dikonsumsi.
Baca Juga: BI NTB Sebut Pelemahan Rupiah Tak Pengaruhi Investasi
Kemudian dimasukan ke dalam botol ukuran 250 mililiter dan siap untuk dipasarkan.
Minuman kemasan serbat jahe merah ini dijual dengan harga Rp 7.000 per botol. Dalam sebulan, dirinya bisa menjual hingga 1.500 botol ukuran 250 mililiter tersebut.
Artinya, omzetnya sebulan kurang lebih mencapai Rp 10 jutaan.
Irma Sari, salah seorang warga Mataram mengatakan, dia termasuk yang cukup rutin meminum minuman herbal.
Hal itu biasa dia lakukan jika badan mulai terasa tidak enak akibat kelelahan. ”Memang tidak langsung obat, minuman seperti ini juga bagus,” pujinya (fer/yuk/r9)
Editor : Kimda Farida