Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pengendalian Inflasi, BI NTB dan BI Jember Inisiasi Kerja Sama Antardaerah

Galih Mega Putra S • Sabtu, 20 Juli 2024 | 18:10 WIB
KERJA SAMA: Penandatangan kerja sama antardaerah (KAD) Pemkab Lombok Timur dan Pemkab Jember yang diinisiasi KPwBI NTB dan KPwBI Jember, Kamis (18/7).(BI NTB FOR LOMBOK POST)
KERJA SAMA: Penandatangan kerja sama antardaerah (KAD) Pemkab Lombok Timur dan Pemkab Jember yang diinisiasi KPwBI NTB dan KPwBI Jember, Kamis (18/7).(BI NTB FOR LOMBOK POST)

LombokPost-KPwBI NTB dan KPwBI Jember menginisiasi kerja sama antardaerah (KAD) Pemkab Lombok Timur dan Pemkab Jember, Kamis (18/7).

Kerja sama tersebut sebagai akselerasi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di dua daerah tersebut.

Kepala KPwBI NTB Berry Arifsyah Harahap mengatakan, kerja sama tersebut diharapkan mampu membantu distribusi dan pemasaran pangan. Selain itu juga sebagai langkah penyelesaian hambatan dan permasalahan yang dihadapi.

”Dalam rangka perencanaan, pengendalian, dan pencapaian sasaran inflasi yang ditetapkan serta mengedepankan upaya stabilitas harga yang bersifat struktural, forward looking, dan berbasis digital untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional,” jelasnya.

Kesepakatan bersama ini diharapkan mampu menjadi akselerator langkah konkret mengendalikan tekanan inflasi pangan.

Selain itu juga mendorong produksi, serta mendukung ketahanan pangan di dua wilayah tersebut.

Objek dalam kesepakatan bersama ini meliputi distribusi dan pemasaran komoditas pangan strategis.

Seperti telur ayam, beras, minyak goreng, aneka cabai, bawang merah, dan bahan pokok lainnya.

Juga membangun kerja sama distribusi dan pemasaran pangan dan pengembangan potensi daerah sejalan dengan pola pembangunan nasional semesta berencana.

Memperkuat sistem yang telah dibangun melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Memantapkan aksesibilitas pangan sebagai wujud ketahanan pangan masyarakat.

”Termasuk juga bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lain yang disepakati para pihak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” terangnya.

Ditambahkan Berry, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dalam menjaga terkendalinya inflasi volatile foods (VF) dan ekspektasi inflasi.

Hal tersebut dilakukan melalui penguatan dukungan fasilitas pasar murah, koordinasi penguatan dan perluasan KAD, serta penguatan koordinasi dan komunikasi kebijakan pengendalian inflasi.

Kepala KPwBI Jember Gunawan mengatakan, tingkat inflasi di Jember saat ini masih terkendali. Hal itu menjadikan Jember sebagai kabupaten IHK dengan inflasi terendah kedua di Provinsi Jawa Timur.

”Namun demikian, penguatan implementasi melalui tujuh program unggulan GNPIP yang salah satunya adalah KAD, tetap perlu dilakukan untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional,” katanya.

Pj Bupati Lombok Timur H M Juaini Taufik mengatakan, karakter wilayah dan demografis Kabupaten Jember dan Kabupaten Lombok Timur memiliki kemiripan. Sebab itu keduanya dinyatakan tepat untuk dapat melangsungkan KAD.

”KAD ini adalah bentuk keseriusan pemda untuk memastikan ketersediaan stok dan menjaga stabilisasi harga pangan di daerah,” ujarnya.

Pihaknya juga berharap para pengusaha Jember untuk berinvestasi di wilayah Lombok Timur. ”Kami juga turut mengapresiasi BI NTB yang terus berupaya,” pungkasnya. (fer/r9)

 

Editor : Kimda Farida
#BI #NTB