Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Produksi Kapas Lobar Difokuskan Penuhi Kebutuhan Lokal

Galih Mega Putra S • Senin, 22 Juli 2024 | 18:50 WIB
PANEN KAPAS: Suasana panen kapas yang dilakukan di Dusun Gumesa Timur, Desa Giri Tembesi, Lombok Barat, belum lama ini.(IST/LOMBOK POST)
PANEN KAPAS: Suasana panen kapas yang dilakukan di Dusun Gumesa Timur, Desa Giri Tembesi, Lombok Barat, belum lama ini.(IST/LOMBOK POST)

LombokPost-Potensi budi daya kapas di Dusun Gumesa Timur, Desa Giri Tembesi, Lombok Barat terbilang cukup besar.

Tahap awal ini, hasil budi daya di kawasan itu rencananya diperuntukkan bagi pemenuhan bahan baku perajin tenun di NTB.

”Sekarang belum ada permintaan (dari luar, Red), kita fokus ke penggunaan awal untuk kita dulu (perajin tenun lokal, Red)” ujar Kepala Dinas Perdagangan NTB Baiq Nelly Yuniarti.

Dikatakannya, budi daya kapas ini memiliki potensi besar. Lantaran sebelumnya NTB pernah memiliki sejarah berjaya dengan komoditas ini.

Sehingga ke depannya diperkirakan tidak hanya kebutuhan NTB, juga bisa memenuhi kebutuhan luar NTB.

”Alhamdulillah yang kita tanam kemarin itu kapas organik,” sambungnya.

Kapas-kapas yang dipanen di Dusun Gumesa belum lama ini, kata Nelly akan diolah menjadi benang. Produksi benang yang dihasilkan itu nantinya akan dijadikan sebagai bahan baku kain tenun yang ada di NTB.

”Jadi masih di kalangan sendiri dulu, pada intinya kami sudah memulai dengan pak kadis pertanian,” terangnya.

Dalam budi daya kapas ini, Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB kabarnya akan menyiapkan pengairan. Mereka akan membantu penyediaan sumur bor bagi petani kapas di kawasan tersebut.

Bantuan ini sudah dibahas bersama Dinas Pertanian Lombok Barat dan telah diminta usulan dari Calon Petani Calon Lokasinya (CPCL), serta permintaan verifikasi.

”Insya Allah kapas kita bisa  berjaya lagi yang penting kita mulai,” katanya.

”Jika perkembangan pasar meluas, baru kita pasarkan ke luar,” tandas perempuan berhijab ini.

Ketua Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Poppy Dharsono mengapresiasi potensi kapas yang dimiliki Lombok Barat. Menurutnya, ini bisa menjadi cikal bakal kebutuhan bagi NTB go internasional.

”Sekarang saya bisa mengatakan from cotton to Indonesia Fashion Week to London, to Paris, to Milan,” katanya. 

Ditambahkan, dengan kebersamaan dan kerja sama semua pihak, dirinya yakin dapat mengembalikan masa jaya dari kapas NTB. Hal ini tentunya juga akan berimbas positif bagi kerajinan tenun atau wastra di NTB. (fer/r9) 

Editor : Kimda Farida
#kapas #NTB