LombokPost--Produk Kopi Samba tercipta belum lama setelah Kabupaten Lombok Utara mengalami gempa bumi pada 2018 lalu.
Tepatnya, 9 Oktober 2018. Saat itu, produk ini pertama kali digagas oleh para relawan yang membantu warga yang terdampak gempa.
Relawan tersebut tergabung dalam Sahabat Bangun Negeri Foundation dan Atap Solidaritas. Mereka melihat potensi yang ada, dan mencoba melakukan pendekatan edukatif kepada masyarakat Desa Sambik Bangkol, Kecamatan Gangga.
”Bagaimana caranya agar para korban gempa pada saat itu mampu untuk bangkit kembali, tidak hanya dalam hal psikologis masyarakat, tetapi juga ekonomi lokal yang pada saat itu sedang mengalami kelumpuhan total,” ujar owner UMKM Ecoprint Syajarat KLU Masmunisri.
Penamaan produk kopi ini sesuai dengan nama daerah kopi ini berasal, yakni Sambik Bangkol, disingkat sebagai Samba.
Pengolahannya melibatkan para ibu rumah tangga dan pemuda setempat. Mulai dari proses pemilahan (sortir) biji hingga menjadi produk kopi. ”Kita hanya menggunakan biji kopi yang berkualitas,” ucapnya.
Perlahan tapi pasti, produk Kopi Samba semakin dikenal khalayak ramai. Pada 2019 lalu, Kopi Samba mulai diperkenalkan pada pasar yang lebih luas.
Melalui program Expo Santripreneur Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang digelar saat itu.
Agar bisa dipasarkan hingga luar NTB, produk Kopi Samba ini terus dibenahi. Baik itu kualitas kopinya hingga kemasan yang digunakan harus menarik.
Sehingga bisa bersaing dengan produk kopi dari daerah lainnya.
”Perjuangan hingga ke titik saat ini memang tidak mudah, tetapi ini menjadi semangat untuk terus maju membangun usaha ini,” sambungnya.
Kopi Samba merupakan biji yang dihasilkan dari pohon kopi di dataran tinggi Dusun Bangun, Desa Sambik Bangkol.
Berlokasi seribuan meter di atas permukaan laut, biji kopi yang dipetik berupa biji cherry merah.
”Sehingga Kopi Samba memiliki karakteristik rasa kopi yang khas,” katanya.
Citarasa khas yang dimiliki Kopi Samba tersebut mampu menarik peminat kopi.
Sehingga kopi ini semakin meroket di kalangan pencinta kopi. Tidak hanya lokal, bahkan banyak pencinta kopi dari luar tertarik dengan kopi ini.
Tak heran jika kopi ini juga menjadi incaran para penonton event MotoGP Mandalika setiap tahunnya.
”Paling laris itu minuman dingin dan Kopi Samba, kopi khas dari Gangga, banyak yang suka,” tandasnya. (fer/r9)
Editor : Kimda Farida