Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

TPID Jawa Tengah Belajar Cara Pengendalian Inflasi ke NTB

Geumerie Ayu • Jumat, 11 Oktober 2024 | 20:48 WIB

CAPACITY BUILDING: Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah Ndari Surjaningsih (dua kiri) saat menerima cinderamata dari Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB Achmad Fauzi.
CAPACITY BUILDING: Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah Ndari Surjaningsih (dua kiri) saat menerima cinderamata dari Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB Achmad Fauzi.
LombokPost- Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah terus bersinergi untuk mengendalikan inflasi dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Melalui penguatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), TPID NTB berhasil meraih 3 penghargaan nasional yang mengundang perhatian daerah lainnya untuk belajar.

Kali ini, TPID Jawa Tengah datang melakukan capacity building ke NTB selama dua hari, Rabu-Kamis (9-10/10).

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 42 peserta dari TPID Jawa Tengah.

Di antaranya, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah Ndari Surjaningsih, dan Ekonom Ahli BI Provinsi Jawa Tengah Gunawan Wicaksono, beserta rombongan.

Mereka melakukan site visit ke UMKM Ana Tenun, Ana Pearl, dan Kelompok Tani Remaja Tani di Sengkol Lombok Tengah sebagai UMKM dan Kelompok Tani Binaan Bank Indonesia NTB.

Kepala Biro Perekonomian Setda NTB H Wirajaya Kusuma memaparkan peran Pemprov NTB dalam pengendalian inflasi daerah.

Di antaranya, dengan menjaga koordinasi dan sinergi serta mengupayakan program-program unggulan.

“Ada sejumlah program yang dijalankan sebagai upaya mengendalikan inflasi,” ujarnya.

Beberapa program tersebut di antaranya, Tancapkan Gas (Tanam cabai Pelihara Ikan dan Unggas) dan program Pengembangan Korporasi Usaha Tani yang diterapkan dari sisi hulu hingga hilir.

Selain itu, juga disampaikan perihal succsess story dalam melakukan kolaborasi SITEBEL, Ten Ten Tani dan E-Kaki yang berfokus pada pengembangan UMKM melalui teknologi digital dan sistem informasi di Lombok Barat.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB Achmad Fauzi menjelaskan, BI bersama TPID NTB kerap melakukan inisiasi integrasi ekosistem pengendalian inflasi.

Di antaranya dengan meningkatkan produktivitas dan perluasan penggunaan bibit unggul, pemanfaatan digital farming, pupuk ataupun media tanam yang lebih ekonomis.

“Serta turut melibatkan ekonomi pesantren dalam penguatan produksi pertanian,” katanya.

Saat ini, BI NTB melakukan penguatan produksi cabai melalui Pondok Pesantren Thohir Yasin di Lombok Timur, inovasi bawang merah pada Klaster Binaan Pamali di Kabupaten Bima, serta penggunaan bibit padi varietas unggul Gamagora 7 pada Kelompok Tani Remaja Tani, di Lombok Tengah.

“Bank Indonesia turut memfasilitasi budidaya memperbanyak benih Gamagora 7 pada kelompok tani, serta menjalin komunikasi intens dengan pemurni bibit guna memastikan keberhasilan implementasi penggunaan bibit unggul varietas Gamagora 7,” terangnya.

Lebih lanjut, untuk keseluruhan tahun 2024, inflasi NTB diperkirakan tetap terkendali pada kisaran 2,5±1 persen. Tren penurunan harga minyak global pasca puncak tertingginya di tahun 2022 mendorong penurunan tekanan pada kelompok Administered Price (AP).

“Kondisi cuaca yang lebih stabil, penambahan alokasi pupuk subsidi, dan beroperasinya bendungan baru mendukung produksi tanaman pangan dan terkendalinya kelompok Volatile Food (VF)” pungkasnya. (fer)

 

Editor : Kimda Farida
#belajar #jawa tengah #tpid #Bank Indonesia #pemerintah #NTB #Capacity Building #pengendalian inflasi