LombokPost-Indonesia memiliki kekayaan kuliner legendaris yang tidak ada matinya. Dari Sabang sampai Marauke, ada aneka kuliner khas dengan citarasa yang unik.
Namun tidak perlu jauh keliling nusantara untuk menikmati kuliner-kuliner legendaris tersebut.
Di Lombok, tepatnya Lombok Epicentrum Mall (LEM) ada festival kuliner yang menghadirkan berbagai kuliner legendaris Indonesia.
Salah satu kuliner legendaris yang unik di sana adalah Bir Jawa di stan Mie Lethek Bir Djawa.
Mendengar kata bir tentu yang terlintas di pikiran adalah minuman mengandung alkohol.
Namun tidak dengan Bir Jawa ini, minuman khas Yogyakarta ini justru menyehatkan.
Mengapa demikian? Karena Bir Jawa justru memiliki citarasa perpaduan aneka rempah khas Indonesia yang nikmat.
Bir Jawa ini konon merupakan minuman tradisional favorit atau sajian rutin bagi raja Keraton Jogja Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) VIII. Minuman ini merupakan hasil rebusan beberapa rempah.
Di antaranya, cengkeh, secang, kapulaga, jahe, batang serai, kayu manis, daun pandan, dan air jeruk nipis.
Bahan-bahan ini nantinya dicampur dalam air dan direbus sampai warnanya kemerahan.
"Rasanya kaya akan rempah, hangat, segar, dan ada sedikit rasa manisnya," ujar Sanchia Vaneka, salah satu pengunjung yang membeli minuman ini.
Kandungan rempah dalam Bir Jawa membuat minuman ini dapat menghangatkan badan.
Selain itu, banyak manfaat lainnya yang bisa dirasakan orang yang meminumnya.
Air jeruk nipis dianggap dapat mengobati tekanan darah tinggi serta melangsingkan badan dan menghilangkan bau nafas tidak sedap.
Jika menelusuri sejarahnya dari situs Babadjogja, Bir Jawa ini diperkirakan muncul di era Sri Sultan Hamengku Buwono VII.
Minuman ini diciptakan untuk menghormati para pimpinan Belanda yang senang mengkonsumsi bir dalam setiap jamuan. Namun dengan racikan sendiri yang tidak mengandung alkohol.
Minuman Bir Jawa ini juga dikenal sebagai minuman gastrodiplomasi.
Sebab minuman ini juga memiliki peran penting dalam diplomasi dengan Belanda saat itu.
Terbukti, penyajian Bir Jawa menjadi strategi efektif untuk menciptakan pemahaman lintas budaya.
Hingga era modern saat ini, minuman Bir Jawa masih eksis sebagai kuliner legendaris.
Peminatnya pun terbilang cukup banyak. Bahkan dalam momen festival kuliner Tjap Legende di LEM yang berlangsung hingga 1 Desember 2024, Bir Jawa ini juga cukup menyita banyak perhatian konsumen.
Per gelasnya dibanderol dengan harga Rp 26 ribu saja. (fer/r9)
Editor : Kimda Farida