Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pekarangan Jadi Ladang, Warga Lombok Utara "Cuan" Puluhan Juta Rupiah

nur cahaya • Kamis, 12 Desember 2024 | 10:00 WIB

 

USAHA JUAL BIBIT BUAH: Jaharudin menunjukkan beberapa bibit buah yang ada di pekarangan rumahnya, di Gangga, Lombok Utara, belum lama ini.
USAHA JUAL BIBIT BUAH: Jaharudin menunjukkan beberapa bibit buah yang ada di pekarangan rumahnya, di Gangga, Lombok Utara, belum lama ini.

 

RASA cintanya terhadap aktivitas bercocok tanam komoditas perkebunan menjadi awal Jaharudin memulai usaha jual beli bibit tanaman buah. ”Hasilnya lumayan, bisa terjual puluhan juta dalam sebulan,” ujar Jaharudin.

Dijelaskannya, pekarangan rumahnya dikelola secara terpadu. Yakni dengan mengintegrasikan berbagai jenis tanaman pohon buah-buahan, sayur mayur ataupun ternak. Hal itu bertujuan untuk menjamin ketersediaan bahan pangan secara terus menerus. ”Setidaknya, ada empat pelaksanaan pemanfaatan pekarangan yang dapat diterapkan, ada warung hidup, apotek hidup, lumbung hidup, dan sumber pendapatan keluarga,” sambung pria paruh baya ini.

Untuk memaksimalkan pemanfaatan pekarangan rumah, Jaharudin menyarankan memperhatikan dengan baik pemilihan komoditas. Hal ini sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan keluarga dan segmen pasar, serta serta kondisi  lingkungan. ”Saya membudidayakan beberapa tanaman buah yang banyak dicari pembeli di Lombok Utara maupaun dari luar,” bebernya.

Beberapa tanaman buah yang dikembangkan bibitnya seperti durian, anggur, alpukat, manggis, dan lainnya. Semua bibit buah ini dijual beragam, tergantung kualitas dan besaran ukuran bibit. Harganya di kisaran Rp 35 ribu hingga Rp 1,5 juta per bibit. ”Durian yang ukuran 2,5 meter, saya jual Rp 1-1,5 juta,” kata pria yang akrab disapa Ang ini.

Sedangkan untuk bibit manggis dua cabang dijual Rp 150 ribu per bibit. Untuk pohon kelengkeng Rp 45-75 ribu per bibit. Bibit-bibit tanaman buah milik Jaharudin ini kerap dibeli dalam skala besar oleh konsumennya. Pembelian dalam skala besar itu bisa mencapai Rp 40 juta lebih oleh satu konsumen. 

Dalam kurun waktu satu tahun, dirinya bisa menjual ratusan bibit ”Apalagi musim hujan tiba, banyak yang datang cari,” akunya.

”Tapi kalau bibit konservasi untuk penyelamatan sumber mata air di Hutan Adat Baru Murmas, Buani, Tegalmaja dan lainnya, saya sumbangkan gratis,” tandasnya. (fer/r9)

Editor : Redaksi Lombok Post
#Pendapatan #perkebunan #terpadu #tanaman #pekarangan #pemilihan #bibit #komoditas