BRAND lokal untuk perawatan kecantikan asal Lombok, NTB, Oganic sudah berdiri sejak 2018 lalu. Siapa sangka, brand skincare lokal ini mampu tembus pasar Negeri Sakura, Jepang. ”Kami sudah pengiriman ke Jepang, Selandia Baru, dan Australia. Kami juga sudah mengirim ke seluruh daerah di Indonesia,” ujar Founder dan CEO PT Oganic Lombok Indonesia Septia Erianty.
Oganic berawal dari industri rumahan. Proses pemasarannya pun masih menggunakan sosial media. Septia memulai dengan melakukan review masker spirulina pada wajahnya yang berjerawat parah.
Review tersebut rupanya menarik perhatian masyarakat. Banyak konsumen yang tertarik setelah melihat hasil penggunaan pribadi. Pemesanan produk skincare berupa masker spirulina itu pun mulai berdatangan.
Melihat antusiasme konsumennya, muncul ide untuk menciptakan produk skincare sendiri. Apalagi bahan baku yang bisa digunakan cukup melimpah di NTB. Seperti VCO, kopi, rumput laut, mutiara, kakao, dan banyak lagi.
Sebelum membuat produk, perempuan berhijab ini melakukan riset terlebih dahulu. Dirinya pun berkonsultasi ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram. Mendiskusikan bagaimanan cara membangun pabrik untuk membuat kosmetik sendiri. ”Saat itu, BBPOM mendorong kita untuk itu,” sambungnya.
Hingga pada 2020, Oganic pun mulai memiliki manufaktur sendiri. Selain itu, Oganic sudah memiliki izin BBPOM, Halal, izin Kemenkes RI, dan lainnya.
Septia juga melakukan riset terhadap sejumlah bahan baku untuk mencari yang terbaik. Dari berbagai komoditas yang diteliti, dirinya menemukan empat bahan yang kini menjadi bahan utama produk-produknya. ”Ada rumput laut, kakao, kopi, dan mutiara. Keempatnya merupakan bahan baku terbaik NTB,” katanya.
Rumput laut NTB memiliki kualitas sangat bagus. Selain itu, NTB memiliki lahan perkebunan kakao dan kopi yang luas. Kemudian, NTB memiliki mutiara yang terkenal hingga ke luar negeri, khususnya mutiara lautnya. ”Semua bahan baku ini bagus untuk kosmetika,” ujarnya.
Produk Oganic ini terbagi atas tiga kategori. Di antaranya, ocean goodness, forest goodness, dan coconut bliss. Kategori Ocean Goodness, mengangkat bahan alami rumput laut dan mutiara sebagai bahan utamanya. ”Ada serum, day cream, night cream, dan body care. Wanita kan ingin harum dan tampil lebih bersih kulitnya, makanya kita punya produk whitening care dari ekstrak mutiara,” terangnya.
Kategori Forest Goodness, produk dengan kakao dan kopi sebagai bahan utamanya. Salah satu produk di kategori ini adalah body butter dan lainnya.
Sedangkan di kategori Coconut Bliss, produk ini menggunakan VCO, herbal, vitamin E, dan lainnya sebagai bahan utama. Produknya berupa sabun batangan dan liptint butter. Kata Septia, produk sabun batangan alaminya sedang naik daun saat ini. ”Karena benar-benar tidak ada limbahnya kea lam, liptint punya UV protection,” bebernya.
”Jadi produknya dari kepala, sampai body care,”imbuhnya.
Diproduksi di pabrik sendiri yang memberdayakan tenaga kerja lokal dan bahan baku lokal. Organic Lombok juga menjadi suplier amenities seperti sabun, shampoo, shower gel dan lainnya untuk sejumlah hotel di Lombok.
Septia mengatakan sudah mengirimkan produk Oganic ke beberapa daerah di Indonesia. Selain itu, pop up store Oganic juga telah hadir di lantai satu Lombok Epicentrum Mall Mataram. ”Perbedaan yang paling signifikan adalah formulasinya. Karena kita itu sustainable brand, jadi formulasi kita sangat ramah lingkungan dan laut kita,” tandasnya. (fer/r9)
Editor : Redaksi Lombok Post