LombokPost-Aktivitas bongkar barang di pelabuhan laut NTB mengalami kenaikan cukup signifikan, 16,55 persen. Sedangkan aktivitas muat barangnya justru mengalami penurunan 14,83 persen.
Berdasarkan data BPS NTB, jumlah barang yang dibongkar di pelabuhan laut pada November 2024 sebanyak 289.021 ton. Jumlah ini mengalami kenaikan sebesar 41.040 ton atau 16,55 persen dibandingkan bulan sebelumnya sebanyak 247.981 ton. “Tetapi jika dibandingkan dengan tahun lalu ada terjadi penurunan,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB Wahyudin, Jumat (3/1).
Jumlah barang yang dibongkar di pelabuhan laut pada November 2024 mengalami penurunan 21,87 persen dibandingkan November 2023. Jumlah barang yang dibongkar pada November 2023 sebanyak 369.939 ton. “Artinya, terjadi penurunan barang yang dibongkar sebanyak 80.918 ton,” sambungnya.
Komoditas barang yang paling banyak dibongkar di pelabuhan laut adalah Semen seberat 99.199 ton. Disusul Batubara 60.130 ton, Bahan Bakar Minyak (BBM) 54.366 ton, general cargo 48.722 ton, dan barang lainnya dengan berat 26.604 ton.
Untuk jumlah barang yang dimuat di pelabuhan laut pada November 2024 mencapai 55.056 ton. Jumlah ini mengalami penurunan sebanyak 9.587 ton dibandingkan sebelumnya sebanyak 64.643 ton. “Penurunannya 14,83 persen,” katanya.
Namun jika dibandingkan dengan November 2023, jumlah barang yang dimuat mengalami kenaikan cukup signifikan. Kenaikannya sebanyak 9.699 ton atau 21,38 persen dari tahun sebelumnya sebanyak 45.357 ton.
Komoditas barang yang paling banyak dimuat di pelabuhan laut pada November 2024 adalah jagung dengan berat 36.566 ton. Disusul garam 7.761 ton, general cargo 6.012 ton, bawang merah 1.449 ton, dan barang lainnya 3.268 ton.
Ditambahkannya, penurunan jumlah bongkar muat barang di sektor transportasi laut dapat dipengaruhi beberapa faktor. Di antaranya, fluktuasi permintaan musiman, cuaca buruk, serta kondisi ekonomi global. “Meski pun ada penurunan, kami tetap mengamati perkembangan sektor transportasi ini sebagai bagian dari indikator penting dalam perekonomian NTB,” pungkasnya. (fer/r9)
Editor : Redaksi Lombok Post