NAMANYA Aiptu Suryawan. Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Jembatan Kembar, Lombok Barat ini menjadi “kurir” untuk membantu usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di kawasan tersebut secara gratis.
Suryawan mulai menjadi kurir sejak pandemi Covid-19. Saat itu, banyak sektor perekonomian terguncang hebat. Pembatasan kegiatan masyarakat memaksa pelaku UMKM hingga petani di Jembatan Kembar menghadapi tantangan besar.
Pembatasan tersebut membuat produk-produk UMKM hingga hasil panen petani sulit terjual. Sebab akses ke pasar tradisional dibatasi. Keterbatasan kemampuan sebagian pelaku UMKM dalam memahami teknologi digital untuk berjualan online turut menjadi kendala.
Hal ini yang mendorong Suryawan tergerak membantu. Dia memutuskan untuk mengambil peran sebagai kurir bagi UMKM dan petani di wilayah binaannya. “Awalnya, saya melihat kondisi ekonomi masyarakat semakin terpuruk, mereka kesulitan menjual hasil produksi. Banyak yang belum paham media elektronik, apalagi berjualan online. Saya pun tergerak untuk membantu,” terangnya.
Suryawan memulai dengan membantu memasarkan produk-produk UMKM dan hasil pertanian warga di media sosial. Seperti sayur sawi, jagung manis, pepaya, roti, dan kue. Dia juga menjadi kurir yang mengantarkan pesanan yang masuk langsung ke konsumen, tanpa memungut biaya alias gratis ongkos kirim. “Saya tidak meminta imbalan. Hasil penjualan UMKM sebagian digunakan untuk donasi membantu anak yatim, warga kurang mampu, anak sakit, dan penyandang disabilitas. Hal ini juga sejalan dengan aktivitas sosial saya di Yayasan Endri’s Foundation,” jelasnya.
Selain memasarkan produk, ia juga membantu UMKM yang sudah memiliki kemampuan berjualan online ,tetapi tidak memiliki sarana pengantaran pesanan. Suryawan menawarkan jasanya untuk memastikan produk-produk tersebut sampai ke tangan konsumen dengan baik.
Aktivitas Suryawan ini nyatanya memberikan dampak besar bagi pelaku UMKM. Tidak hanya membantu bertahan di masa pandemi tetapi juga memperluas jangkauan pemasaran mereka.
Berkat itu, kini produk UMKM Jembatan Kembar tidak hanya dikenal di Kecamatan Lembar dan Gerung. Tetapi juga Lingsar, Bengkaung, Gunungsari, hingga Lombok Tengah. “Banyak masyarakat heran melihat seorang polisi menjadi kurir makanan. Saya selalu menjelaskan ini adalah bentuk dukungan saya agar UMKM bisa berkembang dan hasil pertanian warga bisa terjual dengan baik,” tandasnya. (fer/r6)
Editor : Rury Anjas Andita