LombokPost-Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Ahmad Masyhuri mengatakan, banyaknya koperasi mati suri menjadi atensi. Tercatat 4.873 koperasi di NTB, namun 47 persen atau 2.291 koperasi kondisinya dalam keadaan mati suri. “Masih ada lembaganya tapi tidak pernah RAT dua tahun berturut-turut,” ujarnya.
Dijelaskannya, RAT merupakan kewajiban pengurus dan pengawas sebagai bentuk pertanggung jawaban kinerja kepada anggota koperasi. Hal ini diatur dalam UU Nomor 25 tahun 1992, pasal 22 ayat 1 dan 2, serta pasal 26 ayat 1 dan 2. “Pelaksanaan RAT koperasi diharapkan bisa dilaksanakan di awal waktu. Yakni antara Januari sampai dengan Maret,” jelasnya.
Masyhuri mengakui tantangan yang dihadapi perihal koperasi ini adalah mempertahankan eksistensinya. Kendala lainnya, masih terdapat koperasi yang belum memiliki pembukuan yang baik. “Untuk mengatasi masalah pembukuan tersebut, kami telah melakukan pendampingan intensif kepada koperasi,” sambungnya.
Sejatinya, potensi koperasi di NTB sangat besar menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Sebab itu, pembenahan terhadap koperasi rutin dilakukan melalui pelatihan tentang tata laksana pengelolaan kepada pengurus koperasi. “Kita rutin menggelar pelatihan kepada pengurus dan pengawas koperasi untuk melakukan pembenahan dan tata kelola koperasi,” terangnya.
Dinas Koperasi dan UKM NTB juga akan melakukan pengawasan khusus kepada koperasi-koperasi tersebut agar tidak bubar. Termasuk juga terus mendorong agar koperasi rutin melaksanakan RAT. “Kami terus melakukan penataan,” tandasnya.
Sebagai contoh, Koperasi Serba Usaha (KSU) Laskar Semut APKLI Mataram melaksanakan RAT, pekan lalu. Kegiatan tersebut menjadi RAT kedua setelah sempat mati suri beberapa tahun dan aktif kembali di 2024 lalu.
Ketua KSU Laskar Semut Winarti mengatakan, dalam RAT tersebut ada sejumlah core bisnis yang dibahas.
Jumlah anggota KSU Laskar Semut saat ini 60 orang. Semua terdiri dari PKL dengan berbagai jenis usaha atau jualan. “Harapan kami, semoga KSU Laskar Semut ini semakin jaya, makmur dan berkah untuk anggota dan semuanya,” pungkasnya. (fer/r6)
Editor : Jelo Sangaji