Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lampaui Target, Bulog NTB Serap 147.223 Ton Gabah

Geumerie Ayu • Rabu, 30 April 2025 | 23:10 WIB

PEMAPARAN: Pimwil Bulog NTB Sri Muniarti (tengah) menjelaskan capaian serapan gabah petani hingga 27 April 2025, di Bulog NTB, Senin (28/4).
PEMAPARAN: Pimwil Bulog NTB Sri Muniarti (tengah) menjelaskan capaian serapan gabah petani hingga 27 April 2025, di Bulog NTB, Senin (28/4).
LombokPost-Hingga 27 April 2025, Badan Urusan Logistik (Bulog) NTB sudah menyerap sebanyak 147.223 ton Gabah Kering Panen (GKP).

Jumlah ini melampaui target penyerapan yang disesuaikan pusat sebesar 109.831 ton GKP, atau mencapai 134 persen.

Pimwil Bulog NTB Sri Muniarti menuturkan, Bulog NTB ditargetkan menyerap 180.600 ton setara beras.

Kemudian gabah sebanyak 56.831 ton GKP dan 150.264 ton beras. “Kemudian Kanwil NTB dan cabang-cabang kanwil se-NTB berhasil melakukan serapan melampaui target,” ujarnya, Senin (28/4).

Namun dalam perkembangannya, pemerintah pusat memperhatikan panen dan proses bisnis yang berjalan dengan mitra di NTB.

Pemerintah pusat pun melakukan beberapa penyesuaian target untuk Bulog NTB.

Setelah penyesuaian, total target serapan Bulog NTB berubah menjadi 179.600 ton setara beras. Gabah sebanyak 109.831 ton GKP dan 120.973 ton beras.

Hingga 27 April, realisasinya sebanyak 91.753 ton setara beras, gabah sebanyak 147.223 ton GKP dan 6.098 ton GKG (Gabah Kering Giling), 9.261 ton beras.

“Penyesuaian target oleh pusat, terakhir itu 109.83 ton GKP dan sudah tercapai sebesar 134 persen,” terangnya.

Pencapaian luar biasa ini terealisasi berkat kerja sama Bulog NTB dengan seluruh stakeholder terkait lainnya.

Baik Pemprov NTB, Pemerintah kabupaten dan kota, Korem 162/WB, kodim se-NTB, hingga PPL desa dan kecamatan yang memberikan pendampingan pada petani.

“HPP (Harga Pembelian Pemerintah) GKP masih sama, Rp 6.500 per kilogram, sedangkan beras Rp 12 ribu per kilogram,” jelasnya.

Turut dijelaskan, stok cadangan beras pemerintah di Bulog NTB 105.000 ton setara beras.

Jumlah ini dinilai masih sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat NTB. Pihaknya juga siap jika pemerintah menugaskan Bulog NTB untuk melakukan penyalurannya.

Dari segi kualitas, stok cadangan beras pemerintah ini merupakan beras medium yang kondisinya baik. Beras tersebut merupakan hasil dari pengolahan mitra-mitra Bulog NTB.

Menurut Sri, serapan gabah di NTB sangat luar biasa karena didukung keaktifan dari mitra kerja.

Meski pun dalam penyerapannya, kondisi sarana maupun infrastruktur pengeringan dan penggilingan masih terbatas.

“Kami sudah mendorong mitra-mitra Bulog untuk melakukan modernisasi sarana, sebab NTB berada di provinsi yang potensi gabahnya sangat luar biasa,” tandasnya. (fer/r6)

Editor : Prihadi Zoldic
#gabah #gabah kering giling #serapan #Bulog NTB #pencapaian #melampaui target