Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bank Indonesia Perwakilan NTB Sikapi Proyeksi Penurunan Pertumbuhan Ekonomi Global

Nurul Hidayati • Rabu, 7 Mei 2025 | 13:12 WIB
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Berry Arifsyah Harahap (kanan) saat paparkan Bank Indonesia sikapi proyeksi penurunan Pertumbuhan Ekonomi Global di Mataram, Rabu (7/5).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Berry Arifsyah Harahap (kanan) saat paparkan Bank Indonesia sikapi proyeksi penurunan Pertumbuhan Ekonomi Global di Mataram, Rabu (7/5).

LombokPost – Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat memberikan tanggapannya terkait isu global mengenai proyeksi penurunan pertumbuhan ekonomi dunia.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat Berry Arifsyah Harahap, menyampaikan Bank Indonesia mencermati dengan seksama potensi perlambatan ekonomi global yang diperkirakan akan turun dari 3,2 persen menjadi 2,9 persen.

Menurut Berry, upaya Amerika Serikat dalam menstabilkan ekonominya menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi proyeksi ini.

"Akhir Maret terlihat terus merendah prospek penurunan Federal Funds Rate (FFR). Ini yang menyebabkan berdampak pada seluruh perekonomian global," jelas Berry dalam keterangannya di Mataram, Rabu (7/5).

Lebih lanjut, Berry menjelaskan perubahan ekspektasi terhadap FFR ini berdampak pada berbagai aspek investasi global.

"Orang investasi ke emas dan minyak tertekan karena terkait ekonomi global," ungkapnya.

Photo
Photo

Selain itu, tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan China juga turut memberikan kontribusi terhadap penurunan aliran modal ke negara-negara berkembang.

Meskipun kondisi global memberikan tekanan, Berry menyampaikan ekonomi nasional juga menunjukkan adanya perlambatan.

"Kita cukup khawatir angka konsumsi rumah tangga melemah dari 4,94 persen ke triwulan pertama 2025 di angka 4,89 persen," ujarnya.

Ia juga menyoroti perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang baru saja berlangsung belum memberikan dorongan signifikan terhadap peningkatan konsumsi.

Proyeksi Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2025 juga mengalami penyesuaian ke bawah.

"PDB pada tahun 2024 kisaran 5,03 persen menurun pertumbuhan ke 4,87 persen," kata Berry.

Kendati demikian, ia menilai angka pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut masih dalam kategori yang baik, meskipun terdapat pelemahan.

Berry juga menyinggung potensi dampak kebijakan ekonomi di masa depan.

"Ini belum terasa efek Trump," ujarnya, mengindikasikan kebijakan ekonomi dari pemerintahan yang akan datang di Amerika Serikat dapat membawa pengaruh lebih lanjut terhadap perekonomian global dan domestik.

Photo
Photo

Terkait nilai tukar Rupiah, Berry menyampaikan kondisi saat ini belum menunjukkan dampak yang signifikan dari isu-isu global tersebut.

Bank Indonesia akan terus memantau perkembangan ekonomi global dan domestik serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan di Indonesia. (nur)

Editor : Pujo Nugroho
#pertumbuhan #Bank Indonesia #global #Ekonomi #NTB