Kunjungan duta besar dan delegasi diplomatik ini membuka ruang bagi dunia internasional untuk melihat langsung keberagaman dan kedalaman nilai-nilai budaya NTB dalam bentuk kriya, kuliner, serta seni pertunjukan.
Keberadaan NTB Mall menjadi panggung representasi kekayaan budaya dan kriya NTB tersebut.
Dalam kunjungan tersebut, para delegasi diplomatik dan duta besar disambut hangat dengan tarian tradisional Rimpu Mbojo, serta menikmati pameran produk unggulan NTB, mulai dari kerajinan tangan, wastra tradisional, hingga kuliner khas mulai dari suku Mbojo, Samawa dan Sasak.
Semua ini ditampilkan dalam format visual yang memukau dan edukatif, menjadikan NTBMall sebagai miniatur etnografi NTB dalam satu ruang terpadu.
Salah satu pusat perhatian jatuh pada tenun Donggo Kabupaten Bima, yang dikenakan langsung oleh Kadisperin NTB Nuryanti, yang juga Ketua Harian Dekranasda NTB bersama Sekretaris Dekranasda NTB Nursila, dengan warna hitam dan biru yang sarat makna.
Warna hitam sebagai simbol keteguhan dan akar tradisi masyarakat Mbojo, serta biru yang menggambarkan keterbukaan, ketulusan, dan semangat menyambut dunia luar.
“Hari ini, kita tidak hanya memamerkan produk, tapi memperkenalkan narasi budaya dan ekonomi kreatif NTB kepada dunia. Tenun, kuliner, dan kriya lokal adalah wajah dari masyarakat kita yang bekerja dengan hati dan warisan leluhur,” ujar Kepala Disperin NTB Hj Nuryanti.
Sementara itu, Ketua Dekranada NTB Sinta Agathia M Iqbal menegaskan bahwa keterlibatan UMKM lokal, perajin, serta pelaku kuliner dalam ajang seperti IGS merupakan langkah konkret memperkuat posisi NTB di mata dunia.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap sajian rasa, warna, dan bentuk yang dilihat para tamu hari ini adalah bagian dari diplomasi budaya kita. Ini bukan hanya etalase, ini adalah gerbang pasar global untuk produk-produk NTB,” terangnya.
Suguhan kuliner khas NTB seperti Ayam Taliwang, Sate Rembiga, Plecing Kangkung, dan kopi Sembalun, kopi tambora, yang disajikan oleh pelaku UMKM binaan pemerintah daerah khususnya Disperin bersama OPD dan stakeholder lainnya juga turut memikat selera para tamu negara.
Para duta besar dan delegasi diplomatik 27 negara tersebut tampak antusias mencicipi dan memuji karakter rasa yang otentik dan kaya rempah.
Dengan menghadirkan seluruh elemen budaya dalam satu tempat, NTB membuktikan perannya sebagai pusat promosi ekonomi kreatif dan budaya lokal yang efektif. (fer)
Editor : Siti Aeny Maryam