LombokPost--Agung Eko Cahyo, Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI), kembali menjadi sorotan setelah sukses memimpin transformasi digital dan ekspansi bisnis perbankan syariah terbesar di Tanah Air.
Di bawah kepemimpinannya, BSI terus menunjukkan pertumbuhan signifikan, baik dari sisi aset, layanan digital, maupun penetrasi pasar syariah nasional.
Sejak ditunjuk sebagai Dirut BSI, Agung Eko Cahyo fokus pada penguatan layanan digital dan integrasi tiga bank syariah sebelumnya (Bank BRI Syariah, Bank Mandiri Syariah, dan Bank BNI Syariah) menjadi satu entitas kuat.
Baca Juga: Walau Sudah Menikah, Luna Maya dan Maxime Bouttier Belum Satu Suara Terkait Hal Ini
Beberapa pencapaiannya meliputi:
-
Pertumbuhan Aset: BSI tercatat sebagai bank syariah terbesar di Indonesia dengan aset lebih dari Rp 300 triliun.
-
Inovasi Digital: Meluncurkan BSI Mobile dengan fitur lengkap, termasuk pembiayaan syariah, investasi, dan transaksi berbasis blockchain.
-
Ekspansi Pasar: BSI memperluas jaringan hingga ke ASEAN, termasuk pembukaan cabang di Malaysia dan kerja sama dengan lembaga keuangan global.
Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BSI di bawah Agung Eko Cahyo berhasil meningkatkan market share perbankan syariah nasional hingga 35 persen, sekaligus mendorong inklusi keuangan syariah di daerah tertinggal.
Baca Juga: Presiden Prabowo Bagikan 11 Sapi Kurban kepada Masyarakat NTB
Profil Singkat Agung Eko Cahyo-
Latar Belakang: Berpengalaman lebih dari 20 tahun di industri perbankan, termasuk di Bank Mandiri dan BRI.
-
Pendidikan: Lulusan Magister Manajemen dari Universitas Indonesia (UI).
-
Penghargaan: Dinobatkan sebagai "Top CEO Banking" oleh majalah finansial terkemuka.
Agung Eko Cahyo menargetkan BSI menjadi Top 10 Bank Syariah Dunia dengan strategi:
-
Penguatan fintech syariah.
-
Kolaborasi dengan UMKM dan startup.
-
Go Global melalui kerja sama dengan bank syariah internasional.
Dengan kepemimpinan Agung Eko Cahyo, BSI semakin mantap sebagai pelaku utama perbankan syariah di Indonesia.
Inovasi dan ekspansi yang diusungnya dinilai krusial untuk mencapai visi Indonesia sebagai Hub Ekonomi Syariah Global. (ksj)