LombokPost – Kabar positif datang dari pasar keuangan nasional. Nilai tukar Rupiah hari ini, Minggu 25 Mei 2025, menunjukkan penguatan moderat di tengah tekanan ekonomi global. Berdasarkan pantauan beberapa platform keuangan, kurs Rupiah terhadap dolar AS menguat ke level Rp16.246 per USD, menjadi sinyal optimisme di tengah ketidakpastian pasar dunia.
Penguatan nilai tukar Rupiah hari ini disambut baik oleh pelaku pasar. Data dari Wise mencatat kurs Rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp16.246. Sementara referensi kurs BI (JISDOR) terakhir pada 23 Mei 2025 menempatkan Rupiah di posisi Rp16.289 per USD.
Baca Juga: OJK Gerak Cepat Panggil Rupiah Cepat, Usai Laporan Dana Pinjol 'Hantu' ke Nasabah
Kurs Rupiah di Perbankan: Konsisten dan Stabil
Perbankan juga mencatat stabilnya nilai tukar Rupiah hari ini. Bank BRI pada 25 Mei menetapkan kurs beli Rp16.178 dan kurs jual Rp16.279. Di sisi lain, Bank BCA mencatat e-Rate kurs beli di angka Rp16.215 dan kurs jual Rp16.245.
Dengan penguatan ini, nilai tukar Rupiah terbaru tercatat cukup solid selama sepekan terakhir. Penguatan ini menjadi indikasi bahwa Rupiah menguat tidak hanya sesaat, tetapi juga karena sentimen fundamental dan kebijakan moneter yang kondusif.
Baca Juga: Pemprov NTB Klaim Hemat Ratusan Miliar Rupiah Dampak Perampingan OPD
Data Kurs Rupiah dan Mata Uang Asing Lainnya (per 23 Mei 2025)
Menurut Bank Indonesia, berikut kurs mata uang asing terhadap Rupiah:
Euro (EUR): Rp18.561,92 (jual) – Rp18.373,98 (beli)
Poundsterling (GBP): Rp22.024,45 – Rp21.802,06
Dollar Singapura (SGD): Rp12.717,83 – Rp12.584,45
Yen Jepang (100 JPY): Rp11.460,72 – Rp11.345,89
Ringgit Malaysia (MYR): Rp3.851,20 – Rp3.807,51
Yuan Tiongkok (CNY): Rp2.275,51 – Rp2.252,83
Pergerakan ini menunjukkan bahwa nilai tukar Rupiah hari ini tetap kompetitif di tengah fluktuasi global.
Baca Juga: Bi Perwakilan NTB Dorong Peningkatan Produksi Padi dengan Gamagora 7
BI Pangkas Suku Bunga, Rupiah Tetap Perkasa
Menariknya, meski Bank Indonesia (BI) baru saja memangkas BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,5%, nilai tukar Rupiah hari ini tetap tangguh. Dalam seminggu terakhir, Rupiah terapresiasi dari Rp16.550 ke Rp16.320 per dolar AS, atau naik sekitar 1,4%, menurut laporan IndoPremier.
Langkah ini mencerminkan bahwa Rupiah menguat tidak hanya karena faktor eksternal, tetapi juga karena sentimen pasar terhadap stabilitas moneter nasional yang positif.
Baca Juga: Cara Kendalikan Inflasi, BI NTB Rekomendasikan OPM Hingga Smart Farming
Kurs Pajak Naik: Rp16.509 per USD untuk Periode 22–28 Mei 2025
Dari sisi perpajakan, Kementerian Keuangan RI telah menetapkan kurs pajak per dolar AS sebesar Rp16.509 untuk periode 22–28 Mei 2025. Angka ini menjadi acuan penting dalam pelaporan transaksi pajak berbasis valuta asing.
Kurs pajak ini menegaskan bahwa nilai tukar Rupiah terbaru tetap dijaga dalam koridor yang stabil dan aman oleh otoritas fiskal.
Baca Juga: BI NTB Dorong Komoditas Lokal Bisa Ekspor
Optimisme Stabilitas Rupiah: Sinergi Kebijakan dan Kepercayaan Pasar
Secara umum, penguatan nilai tukar Rupiah hari ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap arah kebijakan fiskal dan moneter Indonesia. Dengan tekanan global yang masih tinggi—mulai dari konflik dagang, inflasi global, hingga suku bunga tinggi—Rupiah menguat menjadi sinyal bahwa Indonesia masih berada di jalur yang benar.
Otoritas diharapkan terus menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah agar tetap menjadi jangkar keyakinan bagi investor, pelaku usaha, dan masyarakat luas.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin