Tim panitia seleksi dari LPPI kabarnya sedang melakukan wawancara mendalam terhadap 25 orang yang lolos seleksi tahap sebelumnya.
Terkait permasalahan ini, Ekonom NTB sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Mataram (Unram) Profesor Iwan Harsono mendorong agar posisi Direktur Utama (Dirut) PT Bank NTB Syariah diisi oleh putra daerah yang profesional dan berkemampuan.
Baca Juga: Pingin Usaha Kopi Keliling, Segini Estimasi Biaya Modal yang Perlu Disiapkan
Dirinya juga mendukung penuh visi Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal yang menginginkan NTB makmur dan mendunia.
Salah satunya upaya mendukung kunjungan Gubernur NTB ini dengan melalui penyehatan perbankan di daerah.
“Untuk menunjang visi NTB mendunia maka perlu ada figur putra daerah yang profesional dan kapabel di bidangnya duduk di jajaran direksi Bank NTB Syariah,” ujar Iwan.
Baca Juga: Demam Tren Video AI Mermaid di TikTok dan Instagram, Begini Cara Sederhana Bikininya
Mantan Plt Dirut Bank Perkreditan Rakyat (BPR) itu mengatakan, keinginan Pemerintah NTB menggenjot pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen dapat ditopang dengan keberadaan Perbankan yang sehat.
Oleh karena itu, dibutuhkan sosok putra daerah yang profesional dalam menjalankan perbankan berbasis syariah di NTB.
Selama ini, Bank NTB Syari'ah dipimpin oleh orang luar daerah.
Baca Juga: OJK Dorong Pengembangan Ekonomi Daerah Melalui Peningkatan Kapasitas Petani Kakao Lombok Utara
Sebab itu, dirinya berharap Gubernur NTB mengutamakan putra daerah duduk di jajaran Direksi dan Komisaris terutama sebagai Direktur Utama.
Berkaca di Provinsi Bali, jajaran arahnya diisi oleh putra daerah.
“Ini membuktikan bahwa kualitas dan loyalitas orang-orang NTB sangat mampu dan terpercaya untuk mengatur dan mengelola perbankan berbasis Syariah di NTB. Jangan apa-apa impor, itu kurang bagus,” terangnya.
Dengan adanya putra daerah diyakini dapat meminimalisir praktik Capital Flaight (pelarian modal, Red) ke luar daerah.
Terlebih NTB di bawah kepemimpinan Iqbal - Dinda berkomitmen untuk menarik sebanyak-banyaknya investor dengan membentuk NTB Capital.
“Kita harus sadar bahwa IPM kita ini bagus. Intinya memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada putra daerah untuk duduk di jajaran direksi Bank NTB Syari'ah,”tegas mantan Komisaris PT BPR ini.
Baca Juga: Kamu Perlu Tahu, Berikut 6 Kelebihan Membeli dan Mengonsumsi Daging Beku
Sebelumnya, terdapat 97 pendaftar mengikuti seleksi administrasi dan tersaring menjadi 28 nama.
Selepas seleksi lebih lanjut, jumlah itu mengerucut menjadi 25 kandidat finalis.
Tahapan berikutnya adalah wawancara mendalam terhadap 25 kandidat tersebut.
Penilaian dilakukan berdasarkan tiga kategori.
Baca Juga: Menikmati Keseruan Liburan Akhir Pekan dengan Membuat Kokedama di Ayom Suite Mataram
Di antaranya, Disarankan (nilai di atas 80), Dipertimbangkan (nilai 70–79,9), dan Tidak Disarankan (nilai di bawah 70).
Tim Pansel menargetkan proses wawancara rampung pada akhir Mei 2025.
Kemudian nama-nama yang direkomendasikan akan diserahkan kepada Gubernur NTB pada 1 Juni 2025.
Baca Juga: Unik, Shefu Mataram Tawarkan Konsumen Pengalaman Menarik Bikini Banh Mi Sendiri di Akhir Pekan
Terdapat lima posisi direksi yang akan diisi, yakni Direktur Utama, Direktur Dana dan Jasa, Direktur Pembiayaan, Direktur Keuangan dan Operasional, serta Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko.
Anggota tim panitia seleksi Direksi calon PT Bank NTB Syari'ah Profesor H Asikin membenarkan jika saat ini tahapan seleksi sedang berproses.
“Iya saat ini kami sedang melakukan wawancara mendalam di Jakarta untuk 25 calon,” katanya.
Editor : Kimda Farida