LombokPost- Tahun depan, Provinsi NTB bakal menjadi tuan rumah FESyar KTI road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI).
Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal memastikan kegiatan FESyar KTI 2026 tersebut menjadi forum ekonomi syariah terbesar yang ada selama ini.
Sebab itu dikatakan Gubernur NTB, sangat penting memastikan positioning NTB sebagai pusat pertumbuhan ekonomi syariah di kawasan Timur Indonesia.
Apalagi produk-produk halal Indonesia, khususnya NTB memiliki peluang ekonomi syariah yang sangat besar.
Selain itu, NTB memiliki sumber daya alam, pariwisata, dan keberagaman budaya yang dapat menjadi lompatan besar dan memberikan dampak ekonomi yang dapat dirasakan ke depannya.
Digelarnya FESyar KTI 2026 di NTB tentu saja selaras dengan tren global yang menempatkan ekonomi syariah sebagai sektor yang tumbuh cepat, menawarkan peluang baru dalam berbagai bidang mulai dari produk halal, keuangan syariah, hingga pariwisata ramah muslim.
Terlebih lagi dengan kondisi nilai ekonomi syariah global saat ini yang diperkirakan mencapai sekitar USD 4 triliun.
Lebih dari 70 persen pembiayaan ekonomi syariah berada di sektor keuangan, dan sisanya di sektor non-keuangan, yang menunjukkan besarnya potensi ekonomi syariah dunia.
“Artinya peluang di ekonomi syariah ini sangat besar. Indonesia memang agak sedikit terlambat. Terlambat tidak apa-apa. Dengan keragaman kita, dengan kurang lebih 300 kultur yang ada di Indonesia, saya yakin di industri fesyen terutama kita pasti bisa membuat lompatan besar,” tegas Gubernur NTB.
Gubernur NTB menambahkan, ke depan, peluang Indonesia untuk memberikan kontribusi lebih besar dalam ekonomi syariah sangat terbuka.
Termasuk dalam pengembangan industri pariwisata berbasis syariah atau muslim friendly tourism.
Gubernur NTB juga menyampaikan apresiasinya kepada Bank Indonesia yang dinilai menjadi pihak paling aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.
Dukungan tersebut diberikan mulai dari tingkat kabupaten hingga internasional, termasuk melalui penyelenggaraan International Sharia Economic Forum yang diadakan setiap tahun dan telah menjadi salah satu forum ekonomi syariah paling berwibawa di dunia.
Gubernur NTB juga menyampaikan apresiasi kepada HijabersMom Community yang telah berkontribusi membawa produk-produk wastra Indonesia, termasuk NTB, ke kancah internasional.
“Termasuk wastra NTB ke level global. Saya beberapa kali menghadiri forum internasional dan menemukan wastra NTB muncul dan dibawa oleh HijabersMom community. Terima kasih sudah membantu menduniakan produk-produk NTB,” tandasnya.
Editor : Rury Anjas Andita