Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Selepas Banjir Mataram, Omzet Usaha Laundry dan Bengkel Meningkat Drastis

Geumerie Ayu • Sabtu, 12 Juli 2025 | 09:26 WIB
Selepas banjir mataram, omzet usaha laundry dan bengkel meningkat.
Selepas banjir mataram, omzet usaha laundry dan bengkel meningkat.

LombokPost – Banjir Mataram, Minggu (6/7) secara tak langsung mendongkrak kebutuhan akan jasa laundry rumahan dan bengkel motor.

Pemilik usaha laundry rumahan di Lingkungan Karang Pule, Santi mengaku kewalahan menerima orderan.

Permintaan laundry meningkat hingga dua kali lipat dari biasanya.

"Kami dapat orderan lebih ramai, dan lebih banyak daripada hari-hari biasa. Kalau hari biasa mungkin sekitar 80-100 kilogram pakaian, setelah banjir bisa di atas 200 kilogram," beber Santi.

Pelanggan yang berdatangan membawa berbagai jenis cucian.

Mulai dari pakaian rumahan yang penuh lumpur, seragam sekolah, selimut, korden, hingga boneka.

Meski demikian, Santi menunjukkan empati dengan memberikan harga khusus bagi konsumen yang terdampak banjir.

Dirinya memberikan diskon potongan harga Rp 5 ribu per kilogramnya.

Selepas banjir mataram, omzet usaha laundry dan bengkel meningkat
Selepas banjir mataram, omzet usaha laundry dan bengkel meningkat

"Kita juga tak bisa menutup mata, kebanyakan yang bawa pakaian ke sini itu, mereka yang terdampak banjir," bebernya.

Pengusaha laundry lainnya Herlina, juga merasakan hal yang sama.

Pada hari biasa ia hanya melayani 10-20 konsumen dengan total cucian sekitar 50 kilogram.

Pascabanjir, jumlah pelanggan bisa melonjak hingga lebih dari 50 orang per hari, dengan total cucian melebihi 100 kilogram.

Sebagian besar konsumennya merupakan wajah-wajah baru dari berbagai wilayah.

"Kemungkinan mereka datang, karena di tempat laundry lain sudah penuh," jelasnya.

Peningkatan ini tak main-main, sebelumnya Herlina biasa meraup keuntungan Rp 100 ribu-Rp 200 ribu per minggu.

Kini bisa mengantongi Rp 850 ribu hingga Rp 1 juta dalam sehari.

"Kita syukuri saja, Alhamdulillah," tandasnya.

Selain laundry, usaha bengkel kecil-kecilan di Mataram juga merasakan peningkatan jumlah pelanggan.

Surya, pemilik bengkel di Sekarbela mengungkapkan, ada peningkatan signifikan jumlah pelanggan.

Dalam sepekan, dirinya biasa mendapatkan pelanggan 65 orang. Sekitar 8-10 orang per hari dengan permintaan ganti oli saja.

Namun pascabanjir, meningkat dua kali lipat dari biasanya dan bukan hanya sekedar ganti oli.

"Setelah banjir Minggu sore yang datang ke sini bisa lebih dari 20 orang. Itu pun bukan ganti oli, tapi perbaiki mesin dalam, full service lah," jelas Surya.

Meskipun kewalahan dengan jumlah antrean yang mencapai 20 motor per hari, Surya dan timnya tetap bekerja keras.

"Servis jadi makin lama, soalnya banyak konsumen yang minta sekalian ganti baru beberapa mesin di dalam, jadi sebelum kita servis, kita cari onderdilnya di Cakra," pungkas Surya. (fer/r6)

 

Editor : Jelo Sangaji
#omzet #meningkat #usaha #Banjir #laundry #bengkel