Mereka didorong mengajukan pinjaman melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi dan UKM RI.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM (DKUKM) NTB Ahmad Masyhuri mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan LPDB melakukan sosialisasi terkait akses permodalan di Aula UPTD Balatkop UKM NTB, Kamis (31/7).
Kegiatan diikuti 20 pengurus koperasi serta Fungsional Pengawas Koperasi.
“Sosialisasi ini bertujuan untuk membuka pintu bagi koperasi agar tidak lagi ragu mengajukan pinjaman modal dari LPDB,” ujarnya, Jumat (8/1).
Dijelaskannya, LPDB bukanlah bank. Namun proses pengajuan pinjamannya memiliki prosedur yang mirip dengan bank.
Saat ini tercatat ada sekitar 36 koperasi yang berhasil mendapatkan pinjaman dari LPDB.
"Total dana bergulir mencapai lebih dari Rp 63 miliar,” sambungnya.
"Jumlah pinjaman yang diterima pun bervariasi, dari jutaan hingga puluhan miliar Rupiah,” imbuhnya.
Menurutnya, tidak ada alasan bagi koperasi untuk merugi jika pengurus dan anggotanya bekerja secara jujur.
Hal ini menjadi modal utama untuk meyakinkan LPDB bahwa dana yang dikucurkan akan kembali dan dikelola dengan baik.
Sosialisasi tersebut dapat menjadi wadah bagi para pengurus koperasi untuk menyampaikan keluhan dan tantangan yang dihadapi.
Terutama dalam mengakses permodalan.
“Sosialisasi tersebut kami harapkan dapat mengatasi kekhawatiran koperasi terkait sulitnya mendapatkan dana LPDB,” terangnya.
Ditegaskannya, setiap koperasi yang memenuhi persyaratan dari LPDB tidak perlu lagi cemas.
Selama memenuhi persyaratan, akses permodalan akan terbuka lebar.
Ditambahkannya, sinergi antara DKUKM NTB dan LPDB Kemenkop RI diharapkan membuat semakin banyak koperasi di NTB bisa berkembang pesat.
Modal yang memadai akan memperkuat operasional koperasi.
“Sekaligus juga meningkatkan kesejahteraan anggota, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara menyeluruh,” tandasnya. (fer/r6)
Editor : Kimda Farida