LombokPost – Dunia pembayaran digital di Indonesia kembali berinovasi.
Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan QRIS Tap beberapa bulan lalu, merupakan sebuah terobosan yang memungkinkan transaksi nirsentuh hanya dengan mendekatkan ponsel ke mesin pembaca.
Inovasi ini digadang-gadang akan merevolusi cara masyarakat bertransaksi sehari-hari, menjadikannya jauh lebih cepat, mudah, dan aman.
Baca Juga: Tahukah Kamu? Si Cabe Rawit QRIS Asal Indonesia Ini Bikin Visa dan Mastercard Meringis!
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Hario Kartiko Pamungkas, mengungkapkan QRIS Tap telah hadir di NTB dan terus disosialisasikan.
"Jika sebelumnya kita terbiasa memindai kode QR, kini dengan QRIS Tap, cukup tempelkan ponsel saja," jelas Hario.
QRIS Tap, yang secara resmi diluncurkan pada 14 Maret 2025 lalu, merupakan penggabungan antara QRIS CPM (Consumer Presented Mode) dan teknologi Near Field Communication (NFC).
Baca Juga: Peran Gen Z Buat QRIS Semakin Melambung, Dari Belanja di Mall hingga Beli Jajanan Cendol
Pengguna hanya perlu membuka aplikasi pembayaran digital yang mendukung QRIS Tap (seperti mobile banking atau dompet digital), memilih menu QRIS Tap, dan mendekatkan ponsel ber-NFC ke mesin pembaca.
Proses ini memangkas waktu transaksi hingga kurang dari 0,3 detik, sangat ideal untuk antrean panjang di transportasi umum, rumah sakit, atau konter layanan publik.
"Keunggulan utama QRIS Tap adalah kecepatan dan kemampuannya mengurangi risiko salah bayar," tambah Hario.
Baca Juga: Jukir Resmi Ditarget Setor Rp 30 Ribu per Hari, Warga Diminta Bayar Parkir dengan QRIS
Data transaksi langsung terverifikasi, meminimalkan kesalahan yang kerap terjadi saat memindai atau memasukkan nominal.
Selain itu, sifat nirsentuhnya juga mengurangi interaksi fisik dan risiko membawa uang tunai dalam jumlah besar.
Inovasi ini diharapkan menjadi standar baru dalam transaksi digital di Indonesia, memperkuat transformasi digital sistem pembayaran nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.