Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

OJK NTB Perluas Akses Industri Jasa Keuangan Syariah di Desa Lantan

Geumerie Ayu • Selasa, 2 September 2025 | 08:23 WIB

OJK NTB dan sejumlah stakeholder keuangan syariah serta Pemdes Lantan usai kegiatan business matching PVML Syariah, pekan lalu.
OJK NTB dan sejumlah stakeholder keuangan syariah serta Pemdes Lantan usai kegiatan business matching PVML Syariah, pekan lalu.
LombokPost – Upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah terus digencarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB.

Kali ini di Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, melalui kegiatan Business Matching PVML (Perusahaan Modal Ventura Lembaga Keuangan Mikra dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya) Syariah.

Kegiatan tersebut mempertemukan lembaga keuangan syariah dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan masyarakat.

Tujuannya membuka akses lebih luas ke industri jasa keuangan syariah. Agar manfaatnya benar-benar dirasakan hingga tingkat desa.

Kepala OJK NTB Rudi Sulistyo menegaskan, Desa Lantan telah ditetapkan sebagai Ekosistem Keuangan Inklusif.

Pihaknya ingin Desa Lantan menjadi contoh bagi desa lain dalam mengembangkan potensi ekonomi berbasis layanan keuangan syariah.

“Dengan dukungan semua pihak, inklusi keuangan harus dirasakan masyarakat hingga pelosok,” katanya.

Desa Lantan menyimpan banyak potensi, mulai dari pertanian, peternakan, hingga pariwisata.

Sayangnya, potensi itu belum sepenuhnya berkembang karena keterbatasan akses modal dan layanan keuangan.

Sebab itu, OJK menghadirkan sejumlah lembaga keuangan syariah seperti Pegadaian Syariah, Adira Finance Syariah, Bussan Auto Finance Syariah, FIF Syariah, Multifinance Sinarmas Syariah, serta Bank NTB Syariah.

Mereka juga menjajaki kerja sama dengan BUMDes melalui layanan agen Laku Pandai.

Direktur Pengembangan Lembaga PVML Hari Gamawan menambahkan, kolaborasi ini akan memperkuat peran BUMDes sekaligus memberikan kemudahan akses keuangan.

Business matching ini juga selaras dengan program pusat, membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

“Kami ingin BUMDes tidak hanya sebagai penggerak ekonomi desa, tetapi juga memiliki pendapatan lebih baik melalui kerja sama dengan lembaga keuangan syariah,” ujarnya.

Asisten Setda Lombok Tengah Lendek Jayadi turut memberikan apresiasi.

Menurutnya, langkah OJK dan lembaga jasa keuangan ini sangat tepat untuk mendukung pengembangan potensi Desa Lantan.

“Kami berharap manfaatnya nyata, khususnya dalam memperkuat peran BUMDes sebagai motor ekonomi desa,” katanya.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Jasa Keuangan Syariah #Business Matching #Literasi Keuangan #Desa Lantan #OJK NTB