Proyek ambisius Marina Bay Lombok senilai ini digarap oleh investor asal Australia.
"Nilai investasi yang benar adalah sekitar 1,6 miliar dolar Australia, atau sekitar Rp 17 triliun," ujar CEO Marina Bay Lombok, Adrian Campbell.
Marina Bay Lombok menargetkan kuartal ketiga tahun ini untuk memulai pembukaan lahan.
“Kemudian diikuti dengan dimulainya konstruksi," sambungnya.
Dalam proses pembangunan komponen vila, Marina Bay Lombok bermitra dengan PT Wijaya Karya (WIKA) Gedung.
Sedangkan untuk proses perizinan, antara Marina Bay Lombok dengan pemerintah daerah dan nasional sedang berproses.
“Kami akan memberikan informasi resmi setelah semua proses perizinan telah selesai,” kata Adrian.
Soal luas lahan akhir, kata Adrian masih dalam peninjauan.
Timnya sedang melakukan feasibility studies.
Hasil dari studi ini akan menentukan ukuran dan konfigurasi yang paling sesuai untuk proyek Marina Bay Lombok.
“Tentunya feasibility studies ini juga mempertimbangkan faktor lingkungan, sosial, dan infrastruktur,” tandasnya.
Rencana pembangunan Marina Bay Lombok disambut antusias oleh masyarakat setempat.
Kepala Desa Buwun Mas Rochidi mengatakan, kehadiran investor ini dianggap sebagai angin segar.
"Begitu saya dengar Marina Bay Lombok dengan rencana dan lain sebagainya, spontan saya tertarik dan mencari tahu. Setelah melihat masterplan dan desainnya, ini proyek yang sangat mewah," puji Rochidi.
Ia meyakini, proyek Marina Bay Lombok ini akan menjadi penunjang utama bagi kawasan Mandalika.
Tidak hanya itu, hal tersebut juga akan memberikan efek domino bagi perekonomian lokal.
"Ini akan saling menunjang, saling mendukung. Kami dari desa langsung mendukung secara pribadi, kemudian melakukan sosialisasi kepada masyarakat," terangnya.
Pemerintah Desa Buwun Mas, menurut Rochidi, mengambil langkah konkret untuk memfasilitasi kelancaran proyek Marina Bay Lombok.
Mulai dari membantu proses perizinan hingga berkoordinasi dengan dinas terkait dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.
"Kami langsung menghadap ke dinas-dinas terkait, termasuk mempertemukan dengan bapak bupati," jelas Rochidi.
Manfaat jangka pendek, otomatis masyarakat bisa ikut kerja.
Namun yang lebih penting, pengembangan sumber daya manusia (SDM) Buwun Mas.
Rochidi berharap, SDM lokal yang dilatih melalui program pemberdayaan, Marina Bay Lombok dapat memenuhi kebutuhan perusahaan tersebut.
"Ketika proyek selesai dan beroperasi, pasti akan butuh logistik dan lain-lain. Siapa tahu masyarakat juga diberdayakan," pungkasnya.
Editor : Redaksi Lombok Post