Awal perjalanan Google di arena AI memang tidak mulus. Pada Maret 2023, Google terburu-buru meluncurkan Bard, pesaing ChatGPT, namun langsung menuai ejekan global setelah melakukan kesalahan fatal saat perkenalan terkait teleskop James Webb.
Kekeliruan terulang pada Mei 2024, ketika fitur AI Overviews di mesin pencari mereka dipermalukan publik lantaran memberikan saran resep aneh seperti “pizza dengan lem” hingga “makan batu setiap hari.”
Momentum perubahan besar terlihat sejak tahun 2024. Pendiri Sergey Brin kembali aktif, diikuti oleh perombakan struktur internal perusahaan. Google kemudian meluncurkan serangkaian inovasi AI, mulai dari NotebookLM (alat sintetis dokumen), Veo 3 (teknologi generasi video), hingga AI Mode yang mentransformasi mesin pencari menjadi chatbot ala ChatGPT.
Inovasi juga merambah produk fisik dan layanan inti. Hal ini terlihat pada ponsel Pixel terbaru dengan kemampuan zoom 100 kali lipat, terjemahan real-time, hingga fitur video AI di YouTube.
Puncak dari kebangkitan ini adalah popularitas Gemini, model AI unggulan Google. Laporan terbaru menunjukkan bahwa Gemini untuk kali pertama telah melampaui ChatGPT dalam unduhan iPhone pada bulan ini. Bahkan, Bloomberg melaporkan Apple tengah mempertimbangkan Gemini untuk memperbarui asisten virtual mereka, Siri.
Editor : Redaksi Lombok Post