Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemberdayaan Ekonomi Umat, BKPRMI Galakkan Gerbang Emas

Geumerie Ayu • Senin, 29 September 2025 | 19:38 WIB
Kegiatan pelepasan benih ikan yang merupakan bagian dari Gerakan Bangun Ekonomi Masjid (Gerbang Emas), di Dusun Telaga Ngembeng, Lombok Barat, Jumat (26/9).
Kegiatan pelepasan benih ikan yang merupakan bagian dari Gerakan Bangun Ekonomi Masjid (Gerbang Emas), di Dusun Telaga Ngembeng, Lombok Barat, Jumat (26/9).

LombokPost – Masjid mulai menjelma jadi pusat pemberdayaan ekonomi umat.

Hal ini dituangkan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) melalui Gerakan Bangun Ekonomi Masjid (Gerbang Emas).

Gerbang Emas ini bukan sekadar program, melainkan sebuah manifestasi nyata dari visi BKPRMI untuk menjadikan masjid sebagai pusat peradaban yang berdaya dan berdampak.

Gerbang Emas diinisiasi sebagai jawaban atas tantangan ekonomi dan sosial di tengah masyarakat.

Mengusung moto ‘Untuk Indonesia Emas’ Gerbang Emas ini bertekad menjadi pilar penopang kemandirian umat. Sekaligus membantu pemerintah mengatasi berbagai persoalan masyarkat.

“Mulai dari kemiskinan, pengangguran, hingga ketahanan pangan,” ujar  Ketua Umum DPP BKPRMI Nanang Mubarok di NTB.

Gerakan ini dibangun di atas delapan pilar utama yang saling menguatkan.

Pilar pertama adalah ketahanan pangan berbasis masjid.

Gerbang Emas mendorong pemanfaatan lahan kosong di sekitar masjid dan milik jamaah untuk kegiatan produktif seperti menanam, bertani, berkebun, dan beternak.

“Hasilnya tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan jamaah, tetapi juga untuk mendukung program mandiri seperti Dapur MBG (Makan Bergizi Gratis),” jelasnya.

Pilar kedua adalah program MBG.

Nanang mencontohkan Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi.

Dapur MBG di masjid tersebut mampu menyajikan 1.000 hingga 3.000 porsi setiap hari sebanyak tiga kali sehari, tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pilar ketiga, mengentaskan kemiskinan, pengangguran, dan anak putus sekolah.

Pemuda dan remaja masjid yang menganggur atau putus sekolah dilibatkan dalam kegiatan pertanian, peternakan, dan perkebunan, sehingga memiliki keterampilan dan penghasilan.

Pilar keempat berupa pemberdayaan ZISWAF (zakat, infaq, sedekah, dan wakaf) Produktif.

Tujuannya adalah mentransformasi mustahik (penerima) menjadi muzakki (pemberi) dalam waktu singkat.

"Dengan memberikan modal dan pelatihan, kita dorong mereka untuk mandiri secara ekonomi, sehingga tahun ini mereka menerima, tahun depan mereka bisa memberi," jelas Nanang.

Pilar kelima adalah penguatan UMKM dan koperasi masjid. BKPRMI bertekad menghidupkan kembali Badan Usaha Milik Masjid (BUMM) sebagai wadah ekonomi yang dikelola jamaah.

Pilar keenam berupa ekowisata masjid. 

Masjid didorong menjadi pusat ekosistem yang lebih luas, mencakup kegiatan ekonomi kreatif dan sosial.

Mengembangkan ekowisata masjid, kuliner halal, masjid heritage, dan berbagai ekonomi kreatif yang dikelola anak muda.

“Masjid diharapkan menjadi pusat pertumbuhan komunitas yang berdaya dan berdampak bagi masyarakat luas,” harapnya.

Pilar ketujuh adalah Digitalisasi Masjid atau Smart Masjid.

Pilar ini bertujuan menjadikan masjid sebagai Smart Masjid yang berbasis digital.

BKPRMI telah menyiapkan sebuah super app yang berfungsi sebagai platform marketplace atau e-commerce untuk menampung unit-unit usaha jamaah.

Pilar kedelapan berupa kaderisasi dan community development.

Melalui kaderisasi kepemimpinan pemuda, gerakan ini ingin memberikan ruang bagi para pemuda dan remaja masjid untuk berkontribusi.

Editor : Pujo Nugroho
#pilar #ekonomi umat #Gerbang Emas #masjid #bkprmi