Hal ini yang sedang serius digarap Pemprov NTB melalui Dinas Perindustrian NTB.
Salah satunya, menjajaki peluang kolaborasi dengan Halal Network International (HNI).
Kepala Dinas Perindustrian NTB Nuryanti mengatakan, peluang kolaborasi dengan HNI sejalan dengan kebijakan hilirisasi ekonomi non-tambang.
Pihaknya menilai, produk halal kini telah berevolusi menjadi gaya hidup global dengan pangsa pasar yang masif.
Namun sayangnya masih didominasi oleh negara-negara non Muslim.
“Selama tujuh tahun kami membina industri halal di NTB, banyak yang masih fokus di tahap sertifikasi. Padahal, tantangan berikutnya adalah bagaimana kita bisa menciptakan pasar dan memenuhi kebutuhannya,” jelas Nuryanti.
Ia menekankan, kemitraan dengan perusahaan yang memiliki kemandirian produksi dan distribusi seperti HNI sangat krusial.
Kolaborasi ini sangat potensial untuk memperkuat rantai pasok industri halal. Khususnya dengan memanfaatkan kekayaan bahan baku NTB.
Seperti minyak kelapa, gula aren, kopi, rempah-rempah, dan tanaman obat. Itu memiliki potensi besar untuk masuk ke rantai industri halal nasional dan global.
“Kami ingin mendorong IKM dan UMKM lokal agar tidak hanya menjual produk jadi, tapi juga bisa menjadi penyuplai bahan baku yang memenuhi standar industri halal,” tegasnya.
Selain suplai bahan baku, pola kemitraan ini juga akan membuka akses pasar yang jauh lebih luas bagi pelaku IKM NTB.
Melalui platform digital HalMall HNI, produk lokal NTB berpeluang dipasarkan kepada jutaan pelanggan di seluruh Indonesia, bahkan hingga mancanegara.
“Kami akan mendampingi pelaku IKM untuk memenuhi standarisasi industri, sekaligus memanfaatkan jejaring HNI,” jelasnya.
Couple Leader HNI Nurhayati Abbas menilai potensi NTB sangat besar karena mayoritas penduduknya Muslim dan kaya akan bahan baku alami.
HNI selalu membuka diri untuk berkolaborasi, baik dalam suplai bahan baku maupun memperluas pasar produk halal di NTB.
“Kami siap bermitra jika kualitas bahan bakunya memenuhi standar industri HNI,” ujar Nurhayati.
Corporate Speaker HNI Feisa Medlar, menambahkan kerja sama ini merupakan gerakan bersama untuk membangun kemandirian ekonomi umat.
Diharapkan, sinergi antara Dinas Perindustrian NTB dan HNI ini mampu memperkuat ekosistem industri halal.
“Sekaligus memposisikan NTB sebagai poros industri halal kawasan timur Indonesia,” katanya.
Editor : Siti Aeny Maryam