Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bank Indonesia Dorong Mandalika Jadi Destinasi Wisata Berbasis Digital  

Geumerie Ayu • Selasa, 4 November 2025 | 18:58 WIB

Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta mencoba bertransaksi menggunakan QRIS TAP di stan UMKM di kegiatan LSF Mandalika, belum lama ini.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta mencoba bertransaksi menggunakan QRIS TAP di stan UMKM di kegiatan LSF Mandalika, belum lama ini.
LombokPost – Bank Indonesia menunjukkan keseriusan penuh dalam memposisikan kawasan Mandalika sebagai destinasi pariwisata unggulan yang sepenuhnya terintegrasi secara digital.

Langkah ini ditandai dengan pengenalan dua inovasi pembayaran non-tunai terbaru, yaitu QRIS TAP dan QRIS Crossborder.

QRIS TAP dan QRIS Crossborder ini sudah langsung diuji coba di lokasi Lombok Sumbawa Festival (LSF) Mandalika, Oktober lalu.

Saat meninjau booth UMKM lokal di LSF Mandalika, Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta terlihat antusias berinteraksi dan melakukan transaksi.

Filianingsih bahkan mendemonstrasikan kemudahan QRIS TAP dengan hanya mendekatkan ponselnya ke perangkat pembayaran.

Hal itu memungkinkan transaksi super cepat tanpa perlu memindai (scan).

"Kehadiran inovasi ini adalah bukti nyata kesiapan Indonesia dalam menghadirkan ekosistem ekonomi digital yang terintegrasi, baik di dalam negeri maupun lintas negara," kata Filianingsih.

Ajang LSF Mandalika menarik perhatian wisatawan mancanegara, khususnya dari Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Sehingga menjadi momentum tepat bagi BI untuk memperkenalkan QRIS Crossborder.

Fitur ini dirancang khusus untuk mempermudah turis asing berbelanja di NTB tanpa perlu repot menukar mata uang tunai.

"Fitur ini memungkinkan wisatawan asing bertransaksi langsung di merchant QRIS kita dengan aplikasi pembayaran dari negara asal mereka. Ini secara efektif menghilangkan kebutuhan menukar uang tunai," jelas Filianingsih.

Langkah digitalisasi ini merupakan upaya konkret BI untuk memperkuat daya saing pariwisata NTB.

Selain itu juga memastikan UMKM lokal dapat menikmati manfaat nyata dari transformasi ekonomi digital.

Filianingsih Hendarta menaruh harapan besar pada kolaborasi erat antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan perbankan ini akan mengubah wajah Mandalika.

Pihaknya ingin memastikan UMKM dan sektor pariwisata daerah dapat menikmati manfaat nyata dari transformasi digital tersebut.

“Melalui kolaborasi ini, kami berharap teknologi pembayaran digital dapat memperkuat daya saing pariwisata NTB dan menjadikan Mandalika sebagai destinasi unggulan berbasis digital," tandasnya.

 

 

Editor : Siti Aeny Maryam
#digital #Bank Indonesia #Mandalika #terintegrasi #Pariwisata