LombokPost – Integrasi Smartfren dengan XL Axiata yang kini berada di bawah naungan XL Smart Telecom Sejahtera membawa dampak signifikan, terutama pada peningkatan jangkauan jaringan.
Smartfren mengklaim coverage mereka di seluruh Indonesia kini meningkat hingga hampir tiga kali lipat setelah proses penggabungan tersebut.
Division Head Product & ARPU Management Smartfren XLSMART Astiyanto Tri Muktiwibowo menjelaskan salah satu keuntungan utama dari merger adalah efisiensi, penggunaan sumber daya, serta integrasi sinergi teknologi, khususnya di sektor jaringan (network).
Baca Juga: SMARTFREN Catat Rekor Nasional MURI, Gelar Fun Run Terbanyak di Indonesia Sepanjang 2025
"Setelah bergabung sejak April, kami langsung tancap gas. Di sisi Smartfren, kita mendapatkan coverage yang bisa dibilang hampir dua kali lipat, bahkan peningkatan populasi yang ter-cover bisa mencapai tiga kali lipat," ujar Astiyanto.
Ia mencontohkan, di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Smartfren mengalami peningkatan jangkauan yang sangat terasa.
Meskipun di Mataram coverage sudah berlipat, di daerah seperti Bima dan Sumbawa, kehadiran Smartfren bahkan terasa seperti operator baru.
Baca Juga: XL Axiata Jajaki Merger dengan Smartfren Hadirkan Layanan Telekomunikasi Mumpuni
"Smartfren adalah yang paling banyak bertambah coverage-nya. Selain itu, penggabungan frekuensi XL punya sembilan dan Smartfren punya enam membuat jalur kami makin lebar," tambahnya, menyebut efisiensi sumber daya ini juga didorong oleh Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Menkominfo).
Tiga Brand dengan Segmen Berbeda
XL Smart berkomitmen untuk mempertahankan tiga brand utama (XL, Axis, dan Smartfren) dengan strategi free standing, karena masing-masing memiliki segmen pasar yang berbeda dan minim irisan:
XL Axiata: Lebih dominan pada segmen premium.
Axis: Menyasar segmen youth (anak muda/pelajar).
Smartfren: Fokus pada segmen mass market, seperti rumah tangga, keluarga, pegawai lepas, hingga pekerja harian.
Smartfren Fokus pada Layanan Bebas Khawatir
Untuk Smartfren, game plan utama adalah menawarkan layanan bebas khawatir, khususnya melalui produk Unlimited mereka yang sudah dikenal kuat di Jawa dan Sumatera.
"Kami menyasar pelanggan yang ingin aman terkoneksi satu bulan penuh tanpa takut kehabisan kuota di tengah bulan. Ini yang kita bedakan," jelas Astiyanto.
Meskipun terdapat batasan pemakaian wajar (Fair Usage Policy/FUP), pengguna masih dapat terus terkoneksi dengan kecepatan yang dibatasi, yang cukup untuk aktivitas harian seperti WhatsApp atau YouTube resolusi rendah.
Pendekatan Branding Lewat Musik dan Olahraga
Sementara itu, Division Head Brandcomm Smartfren XLSMART Edtine Pamilien Gensana menjelaskan strategi branding yang digunakan untuk mengedukasi masyarakat tentang peningkatan jaringan Smartfren yang kini semakin luas.
"Kami fokus pada apa yang menyatukan segmen mass market, yaitu musik dan olahraga," kata Edtine.
Smartfren secara rutin menyelenggarakan acara lari yang melibatkan komunitas, musisi lokal, dan UMKM daerah, seperti event Smartfren Pandran yang akan digelar di Huma (kota ke-24).
"Sayangnya, pain point kami saat ini adalah masih banyak yang merasa Smartfren terbatas, baik network maupun sinyalnya. Padahal, dengan merger ini, network kami sudah full," lanjut Edtine, menekankan pentingnya peran edukasi untuk menarik kembali pelanggan lama yang terpaksa pindah karena masalah sinyal.
Dengan sinergi jaringan yang lebih luas dan strategi branding yang dekat dengan masyarakat, Smartfren optimistis dapat memberikan alternatif pilihan yang kompetitif dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi konsumen di seluruh Indonesia.
Editor : Kimda Farida