Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

RI dan Jepang Sepakati Kerja Sama Uji dan Standardisasi Bahan Bakar E10-B50

Redaksi Lombok Post • Sabtu, 15 November 2025 | 05:00 WIB

Sejumlah kendaraan mengantri mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Rest Area KM 14B,  Tol Jakarta-Tangerang, Kota Tangerang, Selasa (18/03/2025). Pertamina Patra Niaga memprediksi akan ada kenaikan permintaan saat Lebaran sebesar 16,9 persen untuk Pert
Sejumlah kendaraan mengantri mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Rest Area KM 14B, Tol Jakarta-Tangerang, Kota Tangerang, Selasa (18/03/2025). Pertamina Patra Niaga memprediksi akan ada kenaikan permintaan saat Lebaran sebesar 16,9 persen untuk Pert
LombokPost -- Indonesia dan Jepang semakin memantapkan kerja sama dalam pengembangan teknologi otomotif rendah emisi. Langkah ini disepakati dalam penyelenggaraan The 6th Indonesia–Japan Automobile Dialogue dan The 1st Biofuel Co-Creation Task Force Meeting yang berlangsung di Jakarta, Kamis (13/11).

Forum tersebut menjadi ruang strategis bagi kedua negara untuk memperdalam sinergi pengembangan teknologi otomotif masa depan, mulai dari elektrifikasi hingga bahan bakar nabati (biofuel).

Salah satu fokus utama yang dibahas adalah kerja sama teknis dalam Biofuel Co-Creation Task Force antara METI (Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang), JAMA (Asosiasi Produsen Mobil Jepang), dan Kementerian ESDM.

Fokus utamanya antara lain adalah pengujian dan standardisasi bahan bakar E10 (campuran 10% etanol) dan B50 (campuran 50% biodiesel), serta rencana produksi etanol dan hydrotreated vegetable oil (HVO) yang ditargetkan mulai tahun 2027.

Baca Juga: PM Jepang Pilih Potong Gaji Kabinet

"Kegiatan forum strategis ini mendukung percepatan transisi menuju mobilitas rendah karbon melalui pendekatan multiple pathways," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Setia Diarta menegaskan komitmen pemerintah dalam pengembangan energi bersih. "Komitmen ini didukung penuh melalui program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV)," imbuhnya.

Pengembangan Mesin Fleksibel dan Implementasi E10

Program LCEV mencakup pengembangan berbagai teknologi, termasuk mesin fleksibel yang dapat menggunakan biofuel. "Kami berharap inisiatif-inisiatif ke depan dapat memberikan dampak nyata di seluruh rantai industri," tambah Setia.

Dari sektor energi, Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyampaikan perkembangan program biofuel seperti biodiesel, bioetanol, bioavtur/SAF, dan green diesel atau HVO.

Baca Juga: Kolaborasi dengan Raksasa Industri Jepang, Teliti Etanol Generasi Kedua dengan Bahan Jerami dan Ampas Tebu

Pemerintah juga menargetkan implementasi E10 secara nasional pada tahun 2028. "Keberhasilan implementasinya perlu dukungan dari seluruh pemangku kepentingan," imbuhnya.

Sementara itu, Director General of Manufacturing Industries Bureau METI, Tanaka Kazushige, menegaskan posisi strategis Indonesia sebagai basis produksi otomotif Asia. "Kami percaya bahwa kombinasi antara kekayaan sumber daya bioenergi Indonesia dan keunggulan teknologi Jepang akan membawa masa depan otomotif yang lebih cerah," ujarnya.(*)

Editor : Redaksi Lombok Post
#biosolar #BBM #biofuel