Melalui surat terbarunya kepada para pemegang saham, pemimpin Berkshire Hathaway selama lebih dari enam dekade ini mengumumkan percepatan penyaluran kekayaan pribadinya sekitar USD 150 miliar (sekitar Rp 2.400 triliun) kepada yayasan keluarga yang dikelola oleh ketiga anaknya.
Surat yang diterbitkan pada 10 November lalu tersebut juga mempertegas proses transisi kepemimpinan di Berkshire Hathaway kepada Gregory Abel (63).
”Saya akan mulai lebih banyak mengurangi peran saya meski tidak sepenuhnya menghilang,” ungkap Buffett.
Buffett turut menegaskan kepercayaannya yang tinggi terhadap Abel. ”Tidak ada sosok lain yang lebih saya percaya untuk mengelola dana Anda dan dana saya selain Greg Abel,” tambah dia.
The New York Times melaporkan, Buffett pernah menyampaikan bahwa anak-anaknya kini berada pada fase paling matang, namun masih jauh dari usia lanjut. Ia menegaskan, inilah waktu yang tepat bagi mereka untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar dalam kegiatan sosial (filantropi).
Meskipun mulai mundur dari ruang publik, Buffett memastikan dirinya akan terus berkirim surat khusus setiap Thanksgiving sebagai bentuk komunikasi rutin. Langkah ini menyiratkan bahwa ia tidak sepenuhnya melepas perannya sebagai penasihat moral bagi Berkshire.
Berbicara mengenai prospek Berkshire, investor kondang itu menilai bahwa skala perusahaan yang besar merupakan keunggulan struktural. Ia menyatakan, Berkshire memiliki risiko bencana yang jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan perusahaan mana pun yang ia kenal. Meskipun demikian, Buffett tetap realistis. ”Jangan khawatir, Amerika akan bangkit kembali. Begitu pula saham Berkshire,” ujarnya.
Peralihan ini menjadi sinyal penting bagi ekosistem investasi global. Dengan valuasi saham kelas A Berkshire yang mencapai USD 748.320, keputusan Buffett tersebut mencerminkan perubahan era, yaitu dari kepemimpinan individual menuju tata kelola yang lebih berkelanjutan dan berorientasi filantropi.
”Kebaikan tidak memerlukan biaya, tetapi nilainya tak ternilai. Ingatlah, petugas kebersihan adalah manusia yang sama berharganya dengan ketua perusahaan,” tutup Buffett dalam suratnya.(*)
Editor : Redaksi Lombok Post