Di tangan anak muda Mataram, jamu bertransformasi menjadi minuman trendy.
Sebuah lapak jamu merek Sapara dari UMKM Sari Rempah Nusantara melaukan hal itu.
Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Drama ‘Love In The Clouds’ Wajib Ditonton
UMKM ini sengaja membedakan strategi penjualannya berdasarkan waktu, demi menarik segmen pasar yang lebih luas.
"Kalau pagi memang gini saja, maksudnya buat Ibu-ibu dan bapak-bapak kan minumnya hangat atau biasa gitu. Kalau sore, dia lebih ke dingin es," ujar Riska, penjual lapak Jamu Sapara di Udayana, Mataram.
Tiga varian best seller yang paling diminati adalah kunyit asam, bunga telang, dan bunga rosela.
Jamu kunyit asam dominan disukai karena rasanya yang segar dan asam.
Khasiatnya cukup banyak, salah satunya meredakan nyeri haid dan membantu melancarkan peredaran darah.
Selanjutnya, bunga telang diminati karena tinggi antioksidan, membantu melawan radikal bebas, dan dipercaya baik untuk kesehatan mata.
Baca Juga: Heboh Pencairan TPG TW4 Guru ASN Sebesar Rp 9 Juta, Cek Faktanya!
Untuk jamu bunga Rosela, baik untuk mengatasi masalah kesehatan yang umum.
Seperti menurunkan tekanan darah tinggi dan mengontrol kadar gula darah.
Selain tiga varian tersebut, ada juga beras kencur untuk menambah nafsu makan anak.
“Harganya Rp 5.000 saja per botol, bisa juga dicampur sesuai selera konsumen. Misalnya, kunyit asam ditambahkan beras kencur, atau bunga telang dicampurkan bunga rosela dan biji selasih, rasanya agak asam tapi segar,” jelas Riska.
Pagi hari minuman disajikan dalam bentuk hangat, biasanya disukai warga yang selesai melakukan aktivitas olahraga di Udayana.
Sedangkan sore harinya dijual varian dingin dengan peminatnya dominan anak-anak muda yang sedang nongkrong.
Strategi menjual jamu dingin di sore hari terbukti sukses menarik perhatian generasi muda, yang mencari minuman segar sekaligus sehat.
"Kalau sore ada esnya," bebernya.
Dalam sehari, total produksi jamu yang terjual sejak pagi hingga sore mencapai 25 botol. Bahkan seringkali bisa menembus 28 hingga 30 botol.
Baca Juga: Mataram Resmi Jadi Percontohan Kota Antikorupsi Kategori Istimewa dari KPK RI
Editor : Kimda Farida