Dalam hitungan jam, nilai pasar lenyap triliunan rupiah dan ratusan aset digital tak berdaya digilas aksi jual masif.
Dikutip dari news.bitcoin, pada pukul 14.00 waktu Eastern atau Kamis malam WIB, kapitalisasi pasar kripto tercatat tinggal USD 3,03 triliun (Rp 50.601 triliun).
Bitcoin terpeleset di bawah USD 89.000 (Rp 1,48 miliar), sementara Ethereum menyusut ke bawah USD 2.900 (Rp 48,4 juta). Tekanan jual yang meluas kian menekan pasar.
Aset kelas alternatif menjadi korban paling parah. Horizen (ZEN) memimpin kejatuhan dengan anjlok 21,36%.
Token AB turun 18,20%, CHEEMS merosot 17,33%, dan SOON melemah 16,14%. Deretan altcoin lain juga berguguran: XPR minus 15,91%, MINA 15,11%, dan VELO turun 14,86%.
Di kelompok aset besar, kondisi tak jauh berbeda. Ethereum terkoreksi 8,3%, XRP 8,4%, sementara BNB melemah 6,4%.
Solana (SOL) susut 7%, DOGE jatuh 8,3%, Cardano (ADA) merosot 7,9%. TRX menjadi salah satu yang paling bertahan dengan penurunan 2,9%.
Di tengah pasar yang kacau, hanya tujuh koin yang mampu selamat.
Starknet (STRK) justru melesat 18,03% dan menjadi sorotan. Beberapa aset lain seperti GNO, TFUEL, ZANO, dan ALCH mencatat kenaikan tipis 1,13% hingga 5,10%.
Anjloknya Bitcoin dan Ethereum memicu gelombang likuidasi otomatis di pasar derivatif.
Penembusan level USD 89.000 dan USD 2.900 memaksa rentetan stop-loss aktif, sehingga tekanan jual makin membesar.
Trader kini waspada. Pasar masih berada tepat di atas kapitalisasi USD 3 triliun dan volatilitas diprediksi tetap tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Pelaku pasar memantau apakah level ini mampu bertahan atau justru semakin ambles.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan memberikan informasi perkembangan pasar kripto.
Bukan ajakan investasi. Aset digital berisiko tinggi, pastikan memahami risikonya sebelum berinvestasi. (*)
Editor : Marthadi