Di tengah optimisme pasar, Bursa Efek Indonesia (BEI) juga menyiapkan inovasi produk baru, salah satunya menggandeng Danantara Indonesia.
Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menyebut capaian ATH tersebut sebagai cerminan kuatnya persepsi investor terhadap arah perekonomian nasional. Mayoritas rekor tertinggi tercipta dalam tiga bulan terakhir, bertepatan dengan periode Menteri Keuangan Purba Yudhi Sadewa.
“Jadi bisa dilihat bagaimana persepsi investor terhadap ekonomi Indonesia,” ujar Iman dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR, Rabu (3/12).
Baca Juga: Analisis Pasar: IHSG Diprediksi Melemah, Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga BI
Dalam periode tersebut, aliran modal asing mulai deras masuk. Investor asing mencatatkan net buy Rp 23,87 triliun dalam tiga bulan terakhir. Alhasil, posisi net sell asing yang sebelumnya menembus Rp 59 triliun kini menyusut menjadi Rp 29,52 triliun. “Artinya kepercayaan kembali pulih,” imbuhnya.
Inovasi Produk Baru: Indeks Danantara
Selain fokus menjaga reliabilitas pasar, BEI juga menyiapkan berbagai inovasi. Dalam pertemuan dengan Danantara Indonesia, Iman menawarkan pengembangan produk baru untuk meningkatkan daya tarik pasar modal, termasuk:
-
Pembentukan Indeks Danantara: Indeks tematik yang akan mengacu pada kinerja emiten tertentu. "Masih tahap kajian dan diskusi awal. Tapi nama Danantara sudah kami ajukan,” kata Iman.
-
Perluasan Exchange Traded Fund (ETF): BEI berupaya memperluas jangkauan ETF berbasis saham-saham domestik agar bisa diperdagangkan di bursa kawasan Asia Tenggara hingga Asia. “Underlying-nya tetap saham kita, tapi listing di bursa lain,” jelasnya.
Saat ini, BEI sudah memiliki IDXBUMN20, indeks yang berisi 20 emiten BUMN berkapitalisasi besar dan likuid, dievaluasi berkala setiap Januari dan Juli. Dengan inovasi baru ini, BEI berharap produk pasar modal Indonesia makin kompetitif di tingkat global.
Baca Juga: Cerminkan Optimisme, IHSG Catat Rekor Level 8.000
Sebelumnya, CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan dukungan atas kolaborasi tersebut. Ia menilai inisiatif itu sebagai cara untuk menghadirkan produk yang transparan, mudah diakses, dan relevan dengan tren investasi global.
Editor : Redaksi Lombok Post