Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Berkah MBG, SMK Pariwisata Aik Bual Cetak Seribu Roti Per Hari

Geumerie Ayu • Rabu, 17 Desember 2025 | 10:15 WIB

PROSES PRODUKSI: Siswa SMKP Aik Bual memproduksi roti untuk menu tambahan MBG, belum lama ini.
PROSES PRODUKSI: Siswa SMKP Aik Bual memproduksi roti untuk menu tambahan MBG, belum lama ini.
LombokPost – Sesuai prediksi, program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak positif bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Tak terkecuali UMKM yang dikelola oleh lembaga pendidikan.

Di Lombok Tengah, SMK Pariwisata Aik Bual di Kecamatan Kopang membuktikan hal ini.

Dapur produksi sekolah kini kebanjiran pesanan roti untuk memenuhi kebutuhan program MBG.

SMK Pariwisata Aik Bual telah menyulap praktik pembelajaran siswa menjadi unit produksi masal.

Mereka memfokuskan diri pada produksi roti sebagai menu tambahan dalam program MBG.

Setiap harinya, guru dan siswa SMK Pariwisata Aik Bual mampu memproduksi hingga 1.000 roti.

Roti hasil kreasi siswa tersebut kini dipasarkan ke sejumlah dapur MBG di wilayah Lombok Tengah, Lombok Timur, hingga Lombok Barat.

Banyaknya pesanan roti dari dapur MBG menunjukkan tingginya kebutuhan pangan yang sehat dan bergizi untuk program tersebut.

Saking banyaknya, pihak sekolah bahkan sempat kewalahan hingga harus membagi sebagian pesanan kepada rekanan UMKM lain.

"Keterlibatan siswa dalam produksi ini adalah bentuk pembelajaran nyata. Agar mereka memahami proses produksi yang nantinya akan mereka hadapi ketika sudah masuk dalam dunia kerja atau membuat usaha sendiri," jelas Kepala SMK Pariwisata Aik Bual Hairul Anam.

Melalui skema teaching factory ini, sekolah tidak hanya mencetak lulusan terampil. Tapi juga mampu menghasilkan pendapatan mandiri yang substansial.

Dari hasil penjualan roti tersebut, sekolah mampu meraup omzet hingga Rp 6 juta setiap bulannya.

Pendapatan ini tentu dapat digunakan kembali untuk pengembangan sarana praktik dan kualitas pendidikan di sekolah tersebut.

Hairul Anam menambahkan, program MBG secara tidak langsung telah menjadi laboratorium bisnis bagi para siswanya.

Dengan memproduksi roti secara masif dan terstruktur untuk memenuhi kebutuhan pasar yang riil.

“Siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mempraktikkan manajemen produksi, kualitas produk, hingga pemasaran,” tandasnya.

 

 

Editor : Jelo Sangaji
#SMK Pariwisata #roti #Mbg #berkah MBG #Aik Bual