Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

38 Komoditas Unggulan Agromaritim Diidentifikasi, NTB Matangkan Roadmap Strategis Ekonomi Daerah  

Geumerie Ayu • Sabtu, 20 Desember 2025 | 12:54 WIB

EKSPOS: Kegiatan ekspos Roadmap Industri Agromaritim 2025–2029, di Mataram, Jumat (19/12).
EKSPOS: Kegiatan ekspos Roadmap Industri Agromaritim 2025–2029, di Mataram, Jumat (19/12).
LombokPost – Dinas Perindustrian NTB memaparkan dokumen Roadmap Industri Agromaritim 2025-2029, Jumat (19/12).

Roadmap ini diproyeksikan menjadi kompas strategis untuk mengintegrasikan potensi hulu hingga hilir di seluruh Bumi Gora.

Pertemuan ini menjadi momentum krusial untuk menyamakan langkah mewujudkan ekosistem industri yang berdaya saing global.

Kepala Dinas Perindustrian NTB Hj Nuryanti menegaskan, pihaknya telah memetakan puluhan potensi daerah yang siap naik kelas.

“Kami telah mengidentifikasi 38 komoditas unggulan agromaritim. Dari sana, kita pilah mana yang menjadi prioritas utama untuk dikembangkan ekosistemnya, mulai dari penyediaan bahan baku di hulu hingga produk olahan siap pasar di hilir,” jelasnya.

Nuryanti menjelaskan, dalam lima tahun ke depan, fokus pemerintah tidak hanya pada peningkatan produksi mentah.

Namun juga memperkuat sentra-sentra industri yang tersebar di 10 kabupaten/kota.

Salah satu poin penting yang menjadi keunggulan komparatif NTB adalah penguatan Industri halal.

Sektor ini diyakini mampu menjadi daya tarik investasi sekaligus memberikan nilai tambah bagi produk lokal untuk menembus pasar internasional.

“Ekosistem agromaritim adalah kunci. Dengan posisi NTB sebagai pusat investasi (NTB Capital), kami optimis sektor ini menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif,” imbuhnya.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB juga dipastikan mengawal ketat jalannya roadmap agar selaras dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah.

Ambisi besar, sektor industri diharapkan mampu menyumbang pertumbuhan hingga 7 persen.

“Pondasi industri sudah kita bangun. Kini, roadmap ini mempertegas arah kebijakan kita menuju visi NTB Makmur Mendunia,” tandas Nuryanti.

Pemerhati ekonomi NTB H Iwan Harsono mengatakan, secara agregat pertumbuhan ekonomi NTB masih berada pada kisaran normal.

“Kalau memasukkan sektor tambang, pertumbuhan ekonomi NTB bisa sekitar 4-5 persen. Namun jika dilihat tanpa tambang, khususnya pada triwulan III kemarin, pertumbuhannya hampir mencapai 7 persen,” jelasnya.

Sektor non-tambang seperti pertanian masih menjadi basis utama perekonomian NTB.

Oleh sebab itu, penguatan ekonomi non-tambang dinilai sangat strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Untuk tahun 2026, Iwan menyampaikan optimisme terhadap prospek ekonomi NTB.

“Jika desain program RPJM, inovasi pemerintah, serta penyerapan anggaran dilaksanakan secara efektif dan tepat sasaran untuk masyarakat, saya optimis pertumbuhan ekonomi NTB tahun depan akan lebih baik,” pungkasnya.

Editor : Marthadi
#Dinas Perindustrian NTB #komoditas unggulan #ekonomi daerah #Roadmap Industri Agromaritim