Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

BI NTB Perkuat Hilirisasi dan Perluas Akses UMKM

Geumerie Ayu • Senin, 22 Desember 2025 | 13:51 WIB

PERLUAS AKSES: Deretan UMKM binaan BI NTB yang dihadirkan dalam salah satu kegiatan di gedung serbaguna BI NTB, beberapa waktu lalu.
PERLUAS AKSES: Deretan UMKM binaan BI NTB yang dihadirkan dalam salah satu kegiatan di gedung serbaguna BI NTB, beberapa waktu lalu.
LombokPost – Bank Indonesia (BI) NTB turut mendorong penguatan posisi komoditas lokal. Bersinergi dengan Tim Pembina Ekonomi Daerah (TPED) NTB, KBRI dan ITPC, BI mendorong hilirisasi komoditas unggulan NTB, salah satunya kelapa.

Langkah strategis ini difokuskan pada pengembangan nilai tambah kelapa melalui metode pengolahan Virgin Coconut Oil (VCO) dan minyak goreng pancingan.

Tujuannya, memenuhi standar global sehingga mampu menembus pasar Tiongkok dan Thailand melalui teknik pengupasan kelapa utuh.

“Kami aktif melakukan promosi baik di dalam maupun luar negeri melalui mekanisme linkage RIRU-IRU-GIRU. Serta memutakhirkan situs web Sasambo sebagai pusat informasi investasi daerah,” tegas Kepala Perwakilan BI NTB Hario K Pamungkas.

Pembangunan ekonomi ini dilakukan melalui ekosistem ekspor terintegrasi yang melibatkan kelompok tani dari Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Utara, hingga Lombok Tengah.

Di tingkat hulu, petani difokuskan pada pembibitan, budi  daya, dan pencegahan hama guna menjamin kontinuitas bahan baku berkualitas.

Masuk ke tahap pengolahan, kelompok mitra dan sentra pengolahan kini didorong untuk menciptakan nilai tambah.

Melalui dukungan mesin parut dan peras, kelapa diolah menjadi berbagai produk turunan sebelum masuk ke tangan agregator, yakni Sentra Kelapa Lombok Utara.

“Agregator inilah yang bertanggung jawab pada aspek sterilisasi, pengemasan, hingga pengurusan dokumen ekspor seperti phytosanitary dan SKA,” sambungnya.

Hasilnya mulai terlihat, produk turunan kelapa NTB kini telah memiliki jejak distribusi yang luas di pasar dunia.

Di antaranya, cocopeat dikirim ke Jepang dan cocofiber ke Jerman. Cocochip dan mutiara menuju Tiongkok. VCO berhasil menembus pasar Mesir. Desiccated coconut dan coconut flour dipasarkan ke Pakistan.

“Hingga komoditas lidi ke India dan semi husk coconut ke Iran,” bebernya.

Tak hanya kelapa, fasilitas dari BI juga memicu geliat ekspor komoditas lain. UD Rempah Organik Lombok sukses menembus pasar Amerika Serikat dengan vanili.

Sementara itu, CV Lombok Resources dengan kacang mete, jahe, rambutan dan manggis berhasil melebarkan sayap ke Pakistan, Bangladesh, hingga Dubai.

Di sektor kelautan, CV Anugerah Sahhied mencatatkan ekspor ikan tuna ke Singapura. Disusul oleh komoditas mutiara dari Wahidah Mutiara Lombok yang kini diminati pasar Tiongkok dan Singapura.

Komoditas Lobster diekspor Lombok Origin Paradise dengan tujuan Tiongkok.

Untuk menjaga momentum ini, BI NTB terus memfasilitasi kegiatan strategis seperti one-on-one meeting di Jepang dan Belanda.

Selain itu, pengembangan dashboard data inklusif terus diperkuat untuk memantau perkembangan investasi secara real-time.

Editor : Kimda Farida
#UMKM #bi ntb #TPED NTB #perluas akses #hilirisasi #kelapa