Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Yamo Forest Honey, Upaya Menjaga Marwah Madu Sumbawa

Geumerie Ayu • Kamis, 25 Desember 2025 | 17:56 WIB

ETALASE: Haniansyah Futra menunjukkan etalase madu Sumbawa, Yamo Forest Honey, beberapa waktu lalu.
ETALASE: Haniansyah Futra menunjukkan etalase madu Sumbawa, Yamo Forest Honey, beberapa waktu lalu.
LombokPost – Nama besar madu Sumbawa sempat terdistorsi oleh maraknya produk oplosan di pasaran.

Kondisi ini menggugah Haniansyah Futra, pemuda asal Kecamatan Lunyuk, untuk mengembalikan kepercayaan konsumen.

Dia juga bertekad melestarikan ekosistem hutan melalui brand lokal bertajuk Yamo Forest Honey.

Secara harfiah, “Yamo” diambil dari bahasa Sumbawa yang berarti “Iya”. Sebuah penegasan bahwa produk yang dihasilkannya adalah benar-benar madu murni dari jantung hutan Lunyuk.

Futra mengisahkan, keputusannya terjun ke dunia UMKM madu didasari oleh kekaguman mendalam pada khasiat cairan emas ini.

Terlebih, keistimewaan madu tertuang jelas dalam Alquran sebagai obat bagi manusia.

"Kekaguman itulah faktor utamanya. Saya ingin menghadirkan madu yang laik konsumsi. Sekaligus mengembalikan fungsi hutan melalui aktivitas budi daya yang bertanggung jawab," terangnya.

Empat tahun berjalan, Yamo Forest Honey konsisten menjaga kualitas. Di saat pasar dibanjiri madu dengan proses instan, Futra memilih metode tiris.

Metode ini menjamin kemurnian karena madu dibiarkan keluar secara alami tanpa diperas tangan secara kasar yang berisiko mencampur kotoran.

Tak hanya itu, ia melakukan proses pengurangan kadar air hingga menyentuh angka 22-23 persen.

Hasilnya, madu menjadi lebih kental, bersih, dan memiliki daya simpan yang lebih stabil tanpa mengurangi kandungan nutrisinya.

Potensi ekonomi yang dihasilkan pun terbilang manis. Dalam setahun, terdapat tiga musim panen madu di Lunyuk.

Dari total produksi hutan yang mencapai 1.000 liter, Futra mampu menyerap dan memproduksi sekitar 100-200 liter per musim.

"Selisih usaha yang didapat berkisar antara Rp 15-20 juta per musim. Ini membuktikan bahwa menjaga hutan tetap lestari bisa memberikan dampak ekonomi yang nyata," tambahnya.

Perjalanan Yamo Forest Honey kini memasuki babak baru. Usaha ini terpilih menjadi salah satu UMKM pendampingan Bale Berdaya, sebuah program pemberdayaan dari PT AMMAN yang dilaksanakan oleh KUMPUL.

Melalui program ini, Futra mengaku mendapatkan amunisi baru dalam mengelola bisnis.

Jika dulu hanya sekadar menjual, kini ia paham pentingnya analisis SWOT. Juga manajemen keuangan yang ketat, hingga strategi branding untuk menarik minat pelanggan yang lebih luas.

"Kami jadi sadar pentingnya legalitas usaha untuk menumbuhkan kepercayaan pasar. Sekarang, kami tidak hanya melayani pembeli lokal, tapi sudah merambah ke Lombok, Bali, hingga Pulau Jawa melalui optimasi media sosial seperti Facebook," pungkasnya.

Editor : Siti Aeny Maryam
#marwah #Yamo Forest Honey #madu Sumbawa #Ekosistem Hutan #madu #hutan #Sumbawa