Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cemilan Sehat Lombok Ini Jadi Welcome Cookies Hotel Mewah

Geumerie Ayu • Kamis, 1 Januari 2026 | 16:02 WIB

CEMILAN SEHAT: Produk Maakkreezz Cemilan Lombok milik Yuliana Dian yang hadir dalam sebuah kegiatan bazar, beberapa waktu lalu.
CEMILAN SEHAT: Produk Maakkreezz Cemilan Lombok milik Yuliana Dian yang hadir dalam sebuah kegiatan bazar, beberapa waktu lalu.
LombokPost – Tren gaya hidup sehat kini bukan sekadar gaya-gayaan, melainkan sudah menjadi kebutuhan masyarakat urban.

Fenomena ini ditangkap jeli oleh para pelaku usaha kuliner di Kota Mataram. Salah satunya adalah UMKM asal Sekarbela bernama Maakkreezz Cemilan Lombok.

UMKM ini sukses menyulap bahan lokal menjadi panganan sehat yang diminati banyak orang. Produk racikan Yuliana Dian ini kini tengah naik daun.

Tak hanya mejeng di rak toko oleh-oleh bergengsi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Maakkreezz juga mulai merambah pasar yang lebih luas.

Dian menceritakan, bisnisnya lahir dari sebuah ketidaksengajaan yang didasari rasa empati. Bermula dari keluhan seorang teman yang kesulitan mencari camilan sehat untuk anaknya yang berkebutuhan khusus (autis).

"Teman saya itu mengeluh cari produk panganan sehat untuk anaknya susah sekali di sini. Akhirnya saya riset dan coba-coba membuat produk sendiri," kenang Dian.

Keunggulan utama cemilan ini terletak pada bahan bakunya. Berbeda dengan camilan pada umumnya, Dian menggunakan tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) sebagai bahan dasar.

Hal ini membuat produknya bersifat gluten-free (bebas gluten). Sehingga aman dikonsumsi oleh mereka yang memiliki diet khusus maupun masyarakat umum yang peduli kesehatan.

Varian produk yang ditawarkan pun sangat beragam, mulai dari chips aneka rasa, brownies mokaf, nastar, hingga stik daun kelor.

Meski menggunakan bahan premium, harganya tetap ramah di kantong, yakni mulai dari Rp 20.000 per kemasan.

"Antusiasme warga sangat luar biasa. Sekali produksi, kami bisa mengolah 5-10 kilogram adonan. Untuk 5 kilogram saja bisa menghasilkan sekitar 100 pcs kemasan ukuran 90 gram," jelas perempuan berhijab ini.

Loncatan bisnis Dian ini terjadi pada tahun 2022, sesaat setelah seluruh perizinan seperti sertifikasi Halal rampung. Ditambah Momentum ajang internasional MotoGP Mandalika menjadi panggung besar bagi produk ini.

"Saat event MotoGP, penjualan meningkat drastis. Berkahnya, Maakkreezz semakin dikenal luas, baik di dalam daerah, luar daerah, bahkan hingga ke mancanegara," kata Dian.

Kini, Maakkreezz telah dipercaya menjadi welcome cookies di sejumlah hotel dan villa ternama di kawasan wisata Senggigi.

Secara nasional, produk ini rutin dikirim ke Jawa, Sumatra, hingga Papua. Bahkan, melalui dukungan NTB Mall, camilan sehat asal Sekarbela ini telah melanglang buana hingga ke Malaysia.

Keberhasilan bisnis Dian ini tak lepas dari sentuhan pembinaan institusi. Maakkreezz resmi menjadi UMKM binaan Bank Indonesia (BI) NTB.

Melalui program ini, Dian mendapatkan akses pelatihan manajemen waktu, strategi pemasaran, hingga jaringan bisnis internasional.

"Dukungan BI NTB sangat luar biasa bagi kami, terutama dalam membangun manajemen usaha yang lebih profesional dan membuka networking ke luar," tandasnya.

Editor : Kimda Farida
#cemilan sehat #welcome cookies #pelaku usaha kuliner #Hotel #Lombok