Kegiatan BNGS 2025 sendiri sudah berlangsung sejak 12 Desember 2025 hingga 15 Januari 2026 mendatang.
Selain banjir diskon, berbagai kuis dan penghargaan bagi high spender (pembelanja tertinggi) telah disiapkan.
Gelaran ini sukses memberikan dampak instan bagi denyut ekonomi NTB.
Kolaborasi strategis antara Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), perbankan, dan pemerintah daerah ini berhasil mencatatkan pertumbuhan transaksi yang signifikan.
Ketua DPD APPBI Bali Nusra Zenzen Guisi Halmis mengapreasi sambutan hangat Pemerintah Provinsi NTB.
Program BNGS 2025 ini menempatkan Lombok Epicentrum Mall (LEM) sebagai salah satu top lima mal dengan transaksi terbesar.
"Kami ingin mendukung program kerja sama regional Bali, NTB, dan NTT. Kolaborasi ini tidak hanya soal ritel dan perdagangan, tapi juga pariwisata. Ke depan, kami bahkan berencana menggelar event Fun Run lintas provinsi untuk memperkuat sinergi ini," ujar Zenzen.
Kepala Bank BCA Cabang Cakranegara I Gde Brata Astawa memaparkan data yang impresif.
Sejak program BNGS diperluas hingga ke Nusa Tenggara, antusiasme masyarakat melonjak tajam.
"Tercatat pertumbuhan transaksi BCA sebesar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Secara nominal, total transaksi hingga Desember 2025 menembus angka sekitar Rp 140 miliar," beber Brata.
Wakil Gubernur NTB Hj Indah Damayanti Putri, menyambut positif capaian tersebut. Ia menilai BNGS 2025 menjadi wahana efektif untuk mengenalkan potensi NTB. Sekaligus meningkatkan indeks pertumbuhan ekonomi dan IPM daerah.
"Pemerintah menjamin kemudahan izin dan keamanan bagi siapa pun yang ingin berinvestasi di daerah kita," tegas perempuan yang akrab disapa Umi Dinda tersebut.
GM Lombok Epicentrum Mall Salim Abdad menegaskan komitmennya untuk terus memotivasi ekonomi lokal.
Melalui program pendukung seperti membership dan undian Shop & Win berhadiah mobil, LEM berupaya memberikan pengalaman belanja yang lebih menarik.
"Tujuannya adalah menggerakkan ekonomi," pungkas Salim.
Editor : Kimda Farida