Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bulog Pastikan Stok dan Harga Pangan Stabil Hingga Idul Fitri 1447 H  

Geumerie Ayu • Senin, 2 Februari 2026 | 15:46 WIB

PANEN RAYA: Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (lima kanan) melakukan panen raya di Lombok Utara, pekan lalu.
PANEN RAYA: Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (lima kanan) melakukan panen raya di Lombok Utara, pekan lalu.
LombokPost – Perum Bulog memastikan stok dan harga pangan aman dan stabil hingga Idul Fitri 1447 H.

Hal ini ditegaskan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani usai panen raya dan launching serapan 4 juta ton setara beras di Lombok Utara, Jumat (30/1).

Dikatakannya, ketersediaan pangan dipastikan berada dalam posisi aman. Tidak tanggung-tanggung, stok beras nasional saat ini menembus angka 3,2 juta ton.

Jumlah ini merupakan stok tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. “Kami yakinkan kepada publik lokal, khususnya di NTB maupun nasional,” tegasnya.

Selain beras, komoditas minyak goreng juga menjadi atensi utama. Bulog berkomitmen penuh menjalankan arahan presiden, menko pangan, serta menteri pertanian selaku jajaran Bapanas untuk menjaga daya beli masyarakat.

Bulog telah menyiapkan skema intervensi untuk menekan gejolak harga yang biasanya terjadi menjelang hari besar keagamaan.

"Bulog siap mendukung kesiapan Ramadan dan Idul Fitri. Harapan kami, harga sembako tetap stabil sehingga tidak membebani masyarakat," tambahnya.

Untuk memastikan kebijakan ini berjalan efektif di lapangan, Bulog siap memperkuat sinergi dengan Satgas Pangan di masing-masing wilayah. Termasuk melibatkan jajaran Polri dan TNI.

Langkah konkret yang akan diambil meliputi sidak pasar, operasi pasar murah, dan penertiban distribusi. Sidak pasar dilakukan untuk memastikan tidak ada penimbunan atau permainan harga oleh spekulan.

Operasi pasar murah dilaksanakan berupa penjualan beras dengan harga paling terjangkau langsung ke titik-titik keramaian.

Untuk penertiban distribusi, Bulog memastikan pasokan sampai ke tangan konsumen tanpa hambatan.

Melalui langkah konkret secara masif, masyarakat diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang sangat murah. Langkah preventif ini diharapkan mampu menjaga inflasi daerah tetap terkendali.

“Sekaligus memberikan ketenangan bagi umat muslim yang akan menjalankan ibadah puasa dalam waktu dekat,” tandasnya.

Plt Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian NTB Eva Dewiyani menegaskan, ketahanan pangan merupakan pilar utama pembangunan daerah.

Tidak hanya untuk menjamin ketersediaan pangan. Tapi juga untuk memperkuat ketahanan sosial dan menurunkan kemiskinan ekstrem.

NTB memiliki potensi besar dalam meningkatkan ketahanan pangan. Fokus Pemprov NTB adalah memastikan hasil pertanian petani terserap dengan baik.

Sehingga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan mendukung terwujudnya kembali swasembada pangan nasional.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga kabupaten/kota. Dengan dukungan penuh Bulog sebagai mitra strategis pemerintah daerah.

Editor : Kimda Farida
#Stok dan Harga Stabil #bulog #Idul Fitri 1447 H #Pangan