Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PLUT NTB Launching Lombok Patchwork Community, Dorong Potensi Ekonomi Lokal

Geumerie Ayu • Kamis, 12 Februari 2026 | 13:22 WIB

PLUT NTB launching Lombok Patchwork Community, dorong potensi ekonomi lokal.
PLUT NTB launching Lombok Patchwork Community, dorong potensi ekonomi lokal.
LombokPost – Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) NTB terus bertransformasi menjadi inkubator kreativitas bagi pelaku usaha lokal.

Terbaru, lantai dua Gedung PLUT NTB riuh antusiasme warga NTB yang mengikuti Workshop Patchwork Tingkat Dasar, Selasa (10/2).

Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis biasa. Ini juga menjadi momentum bersejarah dengan diluncurkannya Lombok Patchwork Community.

Kehadiran komunitas ini diharapkan menjadi wadah baru bagi para pegiat kerajinan kain perca di NTB.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM (DKUKM) NTB Wirawan Ahmad mengatakan, kolaborasi ini menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan nilai ekonomi barang sisa.

Patchwork, atau seni menyusun potongan kain perca menjadi motif yang indah, memiliki nilai jual tinggi jika dikelola dengan baik.

Selama satu hari penuh, para peserta dibimbing secara intensif.

Materi yang diberikan mencakup pengenalan alat dan bahan, seperti memahami karakteristik kain dan alat jahit khusus.

Kemudian teknik dasar, cara presisi menyambung potongan kain agar membentuk pola geometris yang estetik.

Terakhir finishing, tahap penyelesaian hingga menjadi produk siap pakai.

Sebagai proyek perdana, para peserta langsung mempraktikkan ilmu yang didapat dengan membuat taplak meja.

Suasana interaktif terlihat saat para peserta saling berbagi tips menjahit di bawah bimbingan instruktur berpengalaman.

Baca Juga: 5 Drakor Tentang Perjuangan Menjadi Orang Tua yang Menarik untuk Anda Tonton

Pihak PLUT NTB memandang pembentukan Lombok Patchwork Community sebagai langkah strategis.

Selain sebagai ajang silaturahmi para perajin, komunitas ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif berbasis limbah tekstil.

"Kami berharap komunitas ini menjadi wadah kolaborasi. Bukan hanya soal pengembangan keterampilan, tapi bagaimana patchwork ini bisa memberikan peningkatan nilai ekonomi nyata bagi keluarga," jelasnya.

Melalui bimbingan berkelanjutan dari PLUT, produk-produk patchwork karya lokal diharapkan mampu menembus pasar yang lebih luas. Serta bersanding dengan produk kerajinan unggulan NTB lainnya.

Editor : Kimda Farida
#Lombok Patchwork Community #ekonomi lokal #Inkubator #workshop patchwork #launching #PLUT NTB