Tekanan hebat dari sentimen negatif global membuat indeks tak berkutik dan memaksa pelaku pasar untuk segera memasang mode waspada tingkat tinggi guna menyelamatkan portofolio mereka.
Dikutip dari laporan Antara melalui JawaPos.com, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi dibuka melemah pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026.
Kondisi ini menjadi sinyal kuning bagi para pelaku ekonomi yang berharap adanya stabilitas di pertengahan pekan.
Anjloknya indeks kali ini dipicu oleh kondisi pasar yang sedang dipenuhi sentimen negatif.
Situasi ini seolah menambah beban setelah sebelumnya pada Senin (2/3), IHSG juga sempat terjun bebas hingga 1,73 persen akibat dampak eskalasi konflik di Timur Tengah yang memanas.
Padahal, pada akhir Februari lalu, pasar sempat memberikan harapan saat indeks ditutup menguat di tengah sikap wait and see pelaku pasar terhadap data ekonomi.
Namun, penguatan tersebut terbukti rapuh dan kini justru berbalik arah menjadi tekanan jual yang masif.
Kini, para analis memperingatkan agar investor tetap berkepala dingin dan tidak terjebak dalam kepanikan pasar (panic selling).
Hingga saat ini, pergerakan saham masih terus berfluktuasi tajam di bawah bayang-bayang ketidakpastian sentimen global dan domestik.
Editor : Marthadi