LombokPost-- PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison/IOH) resmi memasuki fase baru pertumbuhan dengan mempercepat strategi kecerdasan artifisial (AI) skala nasional.
Keputusan ini ditegaskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), sekaligus dibarengi kabar menggembirakan: pembagian dividen sebesar Rp111 per saham.
Di tengah tekanan ekonomi global sepanjang 2025, Indosat menunjukkan ketahanan bisnis yang solid.
Perusahaan tidak hanya menjaga kinerja, tetapi juga mempercepat transformasi menuju perusahaan berbasis AI melalui strategi “AI North Star”.
President Director & CEO Indosat, Vikram Sinha menegaskan bahwa fokus utama perusahaan adalah menghadirkan dampak nyata melalui teknologi.
“Kami mempercepat eksekusi strategi AI untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memberikan nilai nyata bagi pemegang saham,” ujarnya.
Indosat kini tak lagi sekadar perusahaan telekomunikasi.
Transformasi menuju AI-native telco membuat perusahaan mengintegrasikan AI ke seluruh lini operasional—mulai dari peningkatan pengalaman pelanggan lewat hyper-personalization hingga efisiensi belanja modal.
Baca Juga: Batik Sasambo SMKN 5 Mataram Tembus Eropa, Laris di Jerman dan Dilirik Turki
Langkah ini menjadi fondasi Indosat untuk berevolusi menjadi AI TechCo, membuka peluang bisnis baru di sektor cloud, keamanan siber, hingga sovereign AI.
Salah satu gebrakan terbesar datang dari kolaborasi strategis dengan NVIDIA dalam ajang global NVIDIA GTC 2026.
Dari kerja sama ini lahir platform Sahabat-AI, yang dirancang sebagai ekosistem terbuka untuk pengembangan teknologi AI di Indonesia.
Platform ini memungkinkan developer, pelaku usaha, hingga institusi memanfaatkan AI yang relevan dengan bahasa dan budaya lokal—sebuah langkah penting dalam membangun kedaulatan digital nasional.
Untuk memperluas akses, Indosat juga mengembangkan AI Grid, jaringan komputasi terdistribusi yang memanfaatkan infrastruktur telekomunikasi dan pusat data nasional.
Pendekatan ini membuka peluang bagi daerah di luar kota besar untuk ikut terlibat dalam ekonomi digital berbasis AI. Dengan demikian, transformasi digital tidak lagi terpusat, melainkan menyebar secara inklusif di seluruh Indonesia.
Baca Juga: 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Digenjot di NTB, Bentuk Disiplin Siswa Sejak Dini
Perombakan Manajemen, Perkuat Eksekusi
RUPST juga menyetujui perubahan susunan manajemen. Reski Damayanti, Apoorva Mehrotra, dan Honesti Basyir resmi masuk jajaran Direksi, sementara Seppalga Ahmad ditunjuk sebagai Komisaris.
Masuknya para profesional dengan pengalaman global ini diyakini akan memperkuat eksekusi strategi perusahaan, khususnya dalam akselerasi transformasi digital dan AI.
Di sisi lain, Indosat juga menyampaikan apresiasi kepada Ahmad Zulfikar dan Achmad Syah Reza atas kontribusi mereka selama menjabat.
Langkah ini menjadi sinyal positif bagi investor bahwa transformasi besar yang dilakukan perusahaan tetap sejalan dengan komitmen memberikan nilai jangka panjang.
Baca Juga: Cerpen Siswa SMAN 1 Terara Raih Juara Nasional, Angkat Kisah PMI NTB
Menuju “AI Nation Shaper”
Dengan strategi terintegrasi—mulai dari AI-native telco, pengembangan ekosistem, hingga pembangunan infrastruktur—Indosat menegaskan ambisinya menjadi penggerak utama AI di Indonesia.
Dividen Triliunan Rupiah
Sebagai bukti kinerja yang tetap kuat, Indosat membagikan dividen total sebesar Rp3,57 triliun atau Rp111 per saham. Pembayaran akan dilakukan maksimal 30 hari setelah pengumuman resmi.
Langkah ini menjadi sinyal positif bagi investor bahwa transformasi besar yang dilakukan perusahaan tetap sejalan dengan komitmen memberikan nilai jangka panjang.
Menuju “AI Nation Shaper”
Dengan strategi terintegrasi—mulai dari AI-native telco, pengembangan ekosistem, hingga pembangunan infrastruktur—Indosat menegaskan ambisinya menjadi penggerak utama AI di Indonesia.
Baca Juga: Pemkot Mataram Pastikan Sembilan Daycare Aman dari Kekerasan
Transformasi ini tidak hanya soal teknologi, tetapi juga tentang membentuk masa depan ekonomi digital nasional.
Di tengah persaingan industri yang semakin ketat, langkah agresif Indosat ini bisa menjadi penentu: siapa yang akan memimpin era AI di Indonesia.
Editor : Kimda Farida