Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Redam Tekanan Global: Menkeu Purbaya Optimis Rupiah Menguat di Semester II 2026, Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen pada 2027!

Nurul Hidayati • Rabu, 10 Juni 2026 | 14:48 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Rupiah akan kembali menguat pada Semester 2 2026. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Rupiah akan kembali menguat pada Semester 2 2026. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

LombokPost – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melemparkan sinyal optimisme tinggi terkait masa depan mata uang Garuda.

Menkeu meyakini, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) akan merangkak naik dan menguat secara bertahap pada semester II 2026, yang terhitung mulai Juli hingga Desember mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Purbaya di hadapan parlemen dalam agenda Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi XI DPR RI di Senayan, Jakarta, pada Rabu (10/6/2026).

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp 18.015 per Dolar AS, Terlemah Sepanjang Sejarah, Dunia Usaha Mulai Tertekan

Menkeu tidak menampik bahwa kinerja nilai tukar Rupiah hingga awal Juni 2026 ini masih berada dalam posisi tertekan.

Faktor penahan laju Rupiah didominasi oleh hantaman sentimen global, tingginya risiko di pasar keuangan, serta tekanan pada transaksi berjalan dan transaksi finansial domestik. Namun, pemerintah percaya diri bahwa badai koreksi ini segera bisa diredam.

"Rupiah akan kembali menguat secara bertahap pada semester 2 tahun 2026. Pemerintah optimis dengan sinergi dan koordinasi yang lebih solid antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan," tegas Purbaya mantap.

Baca Juga: Rupiah Sentuh Rp 17.900 Per Dolar AS, USD Makin Diburu untuk Investasi

Jinakkan Valas Lewat Perbaikan Tata Kelola DHE

Untuk memuluskan target penguatan tersebut, Menkeu membeberkan sejumlah strategi fundamental yang tengah digodok pemerintah bersama otoritas terkait. Fokus utama terletak pada penebalan pasokan valuta asing (valas) di dalam negeri dan pengembalian kepercayaan pasar.

Langkah konkret yang diambil meliputi banyak aspek.

Baca Juga: Rupiah Sentuh Rp 17.900 Per Dolar AS, USD Makin Diburu untuk Investasi

Sinergi Kebijakan: Mengawinkan instrumen fiskal, moneter, dan sektor keuangan agar bergerak seirama.

Reformasi DHE: Melakukan perbaikan tata kelola Devisa Hasil Ekspor (DHE) agar eksportir menahan valasnya lebih lama di perbankan domestik.

Pendalaman Pasar: Memperluas instrumen pendalaman pasar keuangan guna menarik minat investor portofolio internasional.

Menuju Stabilitas 2027: Target Pertumbuhan Melompat ke 6,5 Persen

Melangkah ke tahun 2027, Kementerian Keuangan memproyeksikan pergerakan kurs Rupiah akan jauh lebih stabil. Hal ini didorong oleh ekspektasi meredanya tensi konflik geopolitik global terutama yang melibatkan ketegangan segitiga antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang selama ini mengacaukan rantai pasok ekonomi dunia.

Melalui berbagai kalkulasi dan pertimbangan matang tersebut, pemerintah merilis makro asumsi untuk tahun anggaran 2027.

Pemerintah telah menetapkan target yang cukup optimistis untuk sejumlah indikator makro ekonomi pada proyeksi tahun 2027. Di sektor riil, pertumbuhan ekonomi dipatok pada kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen, yang dibidik sebagai fondasi awal yang krusial menuju target pertumbuhan 8 persen dalam jangka menengah. Untuk mendukung target tersebut, pemerintah menekankan urgensi pengendalian stabilitas domestik, di antaranya mematok nilai tukar rupiah di rentang Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS seiring dengan membaiknya fundamental global. Selain itu, laju inflasi nasional juga diwajibkan tetap terkendali di kisaran 1,5 persen hingga 3,5 persendemi memastikan daya beli masyarakat tetap kokoh di tengah momentum ekspansi ekonomi tersebut.

Purbaya menutup penjelasannya dengan menegaskan bahwa melalui strategi ekonomi yang presisi serta kebijakan fiskal yang berkelanjutan, Indonesia berada di jalur yang tepat (on the right track) untuk mengamankan pertumbuhan ekonomi yang kuat sekaligus berkualitas di masa depan.

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#Proyeksi Rupiah Semester II 2026 #Target Pertumbuhan Ekonomi 2027 #Kebijakan Fiskal Moneter BM #Kurs Dolar AS 2027 #Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa