LombokPost - Menginjakkan kaki di tanah Samawa belum lengkap rasanya jika tidak berburu oleh-oleh khasnya. Salah satu yang unik, permen susu kerbau khas Sumbawa.
Lebih dari 20 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Penyaring, Sumbawa, menggantungkan hidup dari pembuatan permen susu. Salah satunya, UD Riskika.
Owner UD Riskika Siti Aisyah mengatakan, proses pembuatan permen susu kerbau masih tradisional. Namun pengemasannya sudah berkembang lebih modern saat ini.
Baca Juga: Kerajinan Bambu Sidemen, Kriya Ramah Lingkungan
"Dulu kemasannya hanya pakai kertas minyak layang-layang, sekarang lebih bagus,” ujar Aisyah.
Permen susu kerbau memiliki cita rasa manis dan gurih. Teksturnya renyah dengan aroma susu yang kental.
Kemasannya yang rapi dengan ukuran permen sekitar 0.8 x 2 centimeter membuat kesan unik dan cocok untuk oleh-oleh.
Baca Juga: Tenun Pringgasela Jadi Primadona Modest Fesyen Internasional
Produk ini mulai menjadi incaran banyak wisatawan pada momen kala gelaran otomotif internasional MXGP Samota 2022 lalu.
Terutama penonton internasional hingga tamu undangan VIP pemerintah daerah.
Selama tiga hari perhelatan event dunia tersebut, omzet mereka melonjak tajam. Rata-rata setiap gerai mampu menjual hingga 30 kilogram permen susu per hari. Raihan omzet bersih mencapai Rp 3-5 juta per hari.
Baca Juga: Pesona Kedai Sawah Sembalun, Spot Agrowisata yang Fotogenik di Kaki Rinjani
Kini, selain memasok ke berbagai pusat oleh-oleh di NTB, UMKM di Desa Penyaring juga mulai dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi atau eco-tourism.
Wisatawan domestik maupun mancanegara diperbolehkan mampir langsung ke home industry milik warga.
“Mereka dapat menyaksikan, mengaduk, bahkan mencicipi langsung kehangatan permen susu yang baru diangkat dari wajan penggorengan,” beber Aisyah.
Namun sayangnya, kelangkaan susu kerbau mulai menggoyahkan bisnis mereka. Hal itu memaksa mereka melakukan transisi bahan baku ke susu sapi segar agar roda produksi tidak gulung tikar.
Baca Juga: Tenun Bayan Mulai Jadi Suvenir Aneka Kegiatan, Harga Mulai Ratusan Ribu Rupiah
Meski pun terjadi pergeseran bahan baku, Aisyah menjamin proses pengolahan dan resep rahasia turun-temurun sama sekali tidak berubah.
Susu murni hasil perasan peternak lokal tetap direbus secara perlahan, menggunakan campuran gula tebu alami hingga mengental, sebelum akhirnya dipotong manual menjadi ukuran presisi 0,8 x 2 centimeter.
"Saat ini mayoritas beralih menggunakan susu sapi karena populasi kerbau di Sumbawa terus menurun drastis. Beruntung, dengan teknik pengolahan tradisional yang sama, tekstur renyah dan citarasa karamel susu yang kental tetap terjaga sempurna," jelasnya.
Baca Juga: Pedas Gurih Ayam Songkem, Pilihan Kuliner Baru di Kota Mataram
Selain adaptasi bahan baku, permen susu Desa Penyaring mampu menembus ritel modern di Sumbawa Besar bahkan hingga Kota Mataram.
Kunci suksesnya, keberanian merombak penampilan. Kini kemasannya tampil jauh lebih higienis dan elegan.
Transformasi ini terbukti ampuh mendongkrak kelas permen susu dari sekadar jajanan kampung menjadi oleh-oleh unik. Di galeri UD Riskika, permen unik ini dipasarkan dengan harga mulai dari Rp 50 ribuan.
Editor : Akbar Sirinawa