LombokPost--PT Pegadaian (Persero) Cabang Praya kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kegiatan sosial dan keagamaan di Kabupaten Lombok Tengah.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan menyalurkan bantuan senilai total Rp30 juta kepada Yayasan Panti Asuhan Nurul Hidayah di Desa Bonder serta pembangunan Musala Al Mujahidin di Kelurahan Prapen.
Program ini menjadi bagian dari upaya Pegadaian untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya melalui layanan keuangan, tetapi juga lewat aksi sosial yang menyentuh kebutuhan warga.
Pemimpin PT Pegadaian (Persero) Cabang Praya, Gunaji Agus Wibowo, mengatakan bahwa perusahaan ingin terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi anak-anak panti asuhan dan fasilitas ibadah.
"Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Pegadaian kepada masyarakat. Kami berharap dapat memberikan manfaat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong," ujar Gunaji.
Sebagai bagian dari program tersebut, Pegadaian menyerahkan bantuan senilai Rp5 juta kepada Yayasan Panti Asuhan Nurul Hidayah.
Bantuan berupa paket kebutuhan pokok, perlengkapan mandi, susu, hingga popok bayi diterima langsung oleh Ketua Yayasan, Ustaz Muhammad Husein Hanafi.
Menurut Gunaji, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari anak-anak panti sekaligus menjadi motivasi bagi mereka untuk terus belajar dan meraih cita-cita.
"Semoga bantuan ini dapat meringankan kebutuhan anak-anak panti dan menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus belajar serta meraih cita-cita," katanya.
Selain itu, Pegadaian Praya juga mengalokasikan Rp25 juta untuk mendukung perluasan Musala Al Mujahidin di Kelurahan Prapen. Bantuan diwujudkan dalam bentuk material pintu kaca tiga sisi yang akan digunakan pada proses pembangunan musala.
Bantuan tersebut diterima oleh Ketua Panitia Pembangunan Musala Al Mujahidin, H Irham Hadi.
Ia menyampaikan apresiasi atas kepedulian Pegadaian yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Kami berharap masyarakat dapat beribadah dengan lebih nyaman dan khusyuk setelah pembangunan ini selesai," tutur Gunaji.
Irham Hadi menilai dukungan Pegadaian menjadi bukti nyata bahwa perusahaan milik negara tersebut tidak hanya fokus pada layanan keuangan, tetapi juga aktif mengambil peran dalam pembangunan sosial dan keagamaan di daerah.
Program TJSL Pegadaian selama ini diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, pendidikan, keagamaan, hingga pemberdayaan ekonomi.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat hubungan perusahaan dengan masyarakat sekaligus mendorong terciptanya pembangunan yang berkelanjutan di Lombok Tengah.
Editor : Kimda Farida