Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pertamina Dukung Festival Begawe Jelo Nyesek 2026, 48 Penenun Sukarara Naik Kelas Lewat Program Mina Tenun

Kimda Farida • Kamis, 9 Juli 2026 | 20:07 WIB
Pertamina Patra Niaga mendukung Festival Begawe Jelo Nyesek 2026 melalui Program CSR Mina Tenun yang telah mendampingi 48 penenun perempuan di Desa Sukarara, Lombok Tengah.
Pertamina Patra Niaga mendukung Festival Begawe Jelo Nyesek 2026 melalui Program CSR Mina Tenun yang telah mendampingi 48 penenun perempuan di Desa Sukarara, Lombok Tengah.

LombokPost-- Komitmen PT Pertamina Patra Niaga dalam melestarikan budaya lokal kembali ditunjukkan melalui dukungan pada Festival Begawe Jelo Nyesek 2026 di Desa Sukarara, Lombok Tengah.

Melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) Mina Tenun, Pertamina mendampingi puluhan penenun perempuan agar tenun khas Sasak semakin dikenal sekaligus memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Festival budaya tahunan ini menjadi ajang pelestarian tradisi menenun yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Sasak.

Selain mempertahankan warisan budaya, kegiatan tersebut juga menjadi daya tarik wisata yang memperkuat posisi Nusa Tenggara Barat sebagai destinasi wisata budaya.

Suasana festival diawali dengan pertunjukan gendang belek yang mengiringi para tamu menuju Balai Desa Sukarara.

Di sepanjang jalan, puluhan perempuan menampilkan atraksi menenun secara langsung sehingga pengunjung dapat menyaksikan proses pembuatan kain tenun khas Sasak.

Baca Juga: PLN NTB Perkuat Budaya K3 Lewat Safety Briefing, Tegaskan Keselamatan Jadi Prioritas Utama

Festival tersebut dihadiri Wakil Bupati Lombok Tengah Nursiah, perwakilan Pemerintah Provinsi NTB, tokoh adat, hingga berbagai pemangku kepentingan yang menunjukkan kolaborasi dalam menjaga budaya sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

Wakil Bupati Lombok Tengah, Nursiah, mengapresiasi kontribusi Pertamina Patra Niaga yang dinilai konsisten mendampingi para penenun di Desa Sukarara.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina Patra Niaga AFT Bandara Internasional Lombok yang telah mendampingi dan memfasilitasi para penenun perempuan di Desa Sukarara sehingga semakin berkembang dan dikenal hingga tingkat internasional. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi NTB Muhammad Ihwan yang mewakili Gubernur NTB menegaskan bahwa Begawe Jelo Nyesek bukan sekadar festival budaya, melainkan simbol identitas masyarakat Sasak.

Menurutnya, tradisi menenun telah menjadi kekuatan budaya, pendidikan karakter, hingga penggerak pariwisata yang membuat Sukarara dikenal di tingkat internasional.

Dukungan Pertamina diwujudkan melalui Program CSR Mina Tenun yang telah berjalan sejak 2023. Hingga kini, sebanyak 48 penenun perempuan mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, dan menjaga keberlanjutan warisan budaya.

Baca Juga: Batal Jadi Tuan Rumah, PWNU NTB Siap Sukseskan Mutamar Ke-35 NU di Jombang 

Aviation Fuel Terminal Manager Bandara Internasional Lombok, Ilham, mengatakan Pertamina ingin menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

"Melalui Program CSR Mina Tenun, kami ingin mendorong agar warisan budaya ini terus lestari sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi para penenun dan masyarakat Desa Sukarara," katanya.

Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus PT Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, menambahkan bahwa pengembangan masyarakat berbasis potensi lokal menjadi salah satu fokus perusahaan dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).

Ia menegaskan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, Pertamina terus memperkuat kapasitas para penenun agar mampu meningkatkan daya saing produk tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat, Pertamina berharap tenun Sukarara semakin dikenal luas sebagai warisan budaya Indonesia sekaligus menjadi sumber penghasilan yang mampu meningkatkan kesejahteraan para perempuan penenun dan memperkuat perekonomian lokal.

 

 

Editor : Kimda Farida
#Mina Tenun #Begawe Jelo Nyesek 2026 #Tenun Sasak #pertamina patra niaga #sukarara