Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ekspor Kopi Hadapi Kendala Produksi Hingga Pasar

Geumerie Ayu • Jumat, 10 Juli 2026 | 21:08 WIB
KOPI OLAHAN: Produk kopi olahan UMKM PT Agro Eksotis Lestari yang ada di etalase produk UMKM di Bale KITA NTB, Mataram. (FERIAL/LOMBOK POST)
KOPI OLAHAN: Produk kopi olahan UMKM PT Agro Eksotis Lestari yang ada di etalase produk UMKM di Bale KITA NTB, Mataram. (FERIAL/LOMBOK POST)

LombokPost – Tekad pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) komoditas unggulan NTB untuk menembus pasar yang lebih besar kerap terbentur sejumlah kendala.

Mulai dari keterbatasan modal, penyediaan bahan baku, dan sempitnya ruang produksi.

Tantangan nyata ini dibeberkan pelaku UMKM PT Agro Eksotis Lestari I Gede Supertama Dana.

Pihaknya merintis ekspor kopi olahan maupun bahan mentah sejak tahun 2020 dengan ceruk pasar Timur Tengah dan Asia Tenggara.

Kini ekspor tersebut tersendat. Pihaknya memilih realistis untuk memperkuat penetrasi di pasar domestik sebelum kembali melangkah ke kancah internasional.

Baca Juga: DJP Nusra Blokir Ratusan Rekening Penunggak Pajak

Gede membeberkan tiga batu sandungan utama yang dihadapi perusahaannya. Di antaranya, peliknya konsistensi pengadaan biji kopi berkualitas, keterbatasan ruang pabrik yang sempit, serta kapasitas produksi yang belum memenuhi standar ekspansi masif.

Guna keluar dari persoalan tersebut, PT Agro Eksotis Lestari melayangkan proposal kepada pemerintah daerah.

Pihaknya memohon untuk bisa mengakses pemanfaatan lahan telantar milik daerah melalui skema kontrak kemitraan ataupun pembiayaan berbasis pajak resmi.

"Kami tidak berangkat dari modal yang kuat, karena itu kami butuh dukungan nyata dari pemerintah. Pasar ekspor dan domestik untuk kopi Lombok ini masih sangat terbuka lebar,” ujarnya.

Baca Juga: UMKM Rintisan Dibekali Kemampuan Pembuatan Business Plan

“Kami nekat mengambil pesanan korporasi besar dalam dua bulan ke depan untuk menguji sistem kami, sebab jika tidak dicoba, kami tidak akan pernah tahu di mana letak kekeliruan yang harus diperbaiki," sambungnya.

Menanggapi keluhan pelaku UMKM ini, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB Lalu Wiranata menegaskan, pemerintah berkomitmen penuh untuk hadir memberikan ruang tumbuh aman bagi pelaku UMKM.

Guna mendongkrak nilai imbal hasil para perajin kopi, Disperindag NTB menjajaki sinergi strategis bersama platform finansial digital terkemuka.

Seperti OVO, korporasi ekspedisi, hingga sektor transportasi publik dan jasa wisata lokal.

“Jadi kita perlu melakukan itu juga, supaya kita bisa membantu pelaku usaha ini,” katanya.

Integrasi ekosistem ini didesain khusus untuk memotong gurita rantai komisi digital. Hal tersebut dinilainya selama ini mencekik omzet bersih para pelaku UMKM.

Baca Juga: Prabowo Resmikan Bendungan Meninting Senilai Rp 1,4 Triliun, Bupati LAZ Berharap Jadi Sumber Irigasi, Air Bersih dan Listrik

Selain menyiapkan bantalan di sektor efisiensi biaya digital, Disperindag NTB berkomitmen melakukan penguatan promosi kolektif inter daerah untuk menyerap hasil produksi IKM lokal.

Langkah ini dinilai krusial agar produk olahan hilir komoditas perkebunan NTB tidak lagi kalah saing akibat kemasan atau inkonsistensi mutu biji kopi.

Melalui kolaborasi lintas sektoral yang terintegrasi ini, intervensi tersebut diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan jangka pendek.

Namun juga mampu menjadi stimulus bagi perluasan penetrasi pasar produk lokal secara masif dan efisien. 

Baca Juga: Anggaran Distribusi Air Bersih Gili Meno Cukup hingga Juli

“Target besarnya adalah mewujudkan struktur kemandirian ekonomi daerah yang tangguh berbasis kearifan dan produk otentik lokal,” pungkasnya.

Editor : Akbar Sirinawa
#UMKM kopi #UMKM #kopi lombok #kopi #ekspor