Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

NTB Punya Potensi Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah yang Besar

Geumerie Ayu • Selasa, 14 Juli 2026 | 21:04 WIB
TRANSAKSI: Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti (pegang ponsel) membayar produk ekonomi kreatif secara non tunai dalam event FESyar KTI 2026, di atrium LEM, Jumat (10/7). (BI NTB)
TRANSAKSI: Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti (pegang ponsel) membayar produk ekonomi kreatif secara non tunai dalam event FESyar KTI 2026, di atrium LEM, Jumat (10/7). (BI NTB)

LombokPost – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi (KPwBI) NTB menegaskan arah baru perputaran modal di wilayah timur Indonesia kini berada di jalur yang progresif.

Event FESyar KTI 2026 menjadi indikator valid halal lifestyle bukan lagi sekadar tren subkultur. Melainkan instrumen ekonomi makro yang berdaya saing tinggi.

Kepala KPwBI NTB Hario K Pamungkas mengatakan, gairah dan volume pergerakan ekonomi berbasis syariah meningkat signifikan.

Kesuksesan FESyar KTI 2026 membuktikan kesiapan pasar domestik di bagian timur Indonesia sudah matang untuk melakukan lompatan ekspansi.

Baca Juga: Reservasi Kamar Hotel di Mataram Jelang MotoGP Mandalika 2026 Masih Landai

"Potensi ekonomi dan keuangan syariah ini harus segera dioptimalkan secara agregat. Kuncinya ada pada penguatan ekosistem halal lifestyle di berbagai lini sektor industri sekunder," jelas Hario.

Bank Indonesia menggarisbawahi, strategi penguatan arsitektur ekonomi syariah ini tidak akan memiliki daya tawar jika digerakkan secara parsial.

Transformasi total membutuhkan mobilisasi ekosistem yang mengikat seluruh rantai pasok nilai halal.

Lini ini bergerak mulai dari peningkatan kapasitas produksi unit usaha pondok pesantren selaku produsen hulu.

Baca Juga: Daya Beli Melemah, Pengembang Properti Pilih Wait and See

Kemudian pelibatan organisasi kemasyarakatan keagamaan selaku agregator massa. Terakhir, kesiapan regulasi insentif fiskal dari jajaran pemerintah daerah di tingkat hilir.

BI NTB optimis pergerakan arus modal dari timur mampu menjadi jangkar penyelamat ekonomi regional di tengah fluktuasi pasar finansial global.

Fesyar KTI 2026 dinilai telah sukses meletakkan fondasi standarisasi mutu dan literasi digital yang kuat bagi pelaku usaha syariah.

Langkah ke depan adalah mempertahankan konsistensi pembinaan hulu-hilir tersebut. Tujuannya agar portofolio produk kreatif, kriya, kuliner, dan wastra halal asal KTI memiliki daya saing yang tinggi.

Momentum emas yang telah terbangun ini diproyeksikan menjadi modal utama untuk menggebrak bursa investasi nasional pada ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta.

 Sekaligus mempertegas posisi KTI sebagai motor penggerak baru pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga: Drake Follow Akun Medsos Jungkook BTS, Sinyal Kolaborasi?

Editor : Akbar Sirinawa
FESyar KTI 2026 Indonesia Sharia Economic Festival ekonomi syariah Bank Indonesia Award keuangan syariah